Molekul Air Di Bulan
“Semua ini benar-benar telah mengubah pemahaman yang ada selama ini,” papar Robin Canup, astrophysicist sekaligus direktur Southwest Research Institute di Boulder, Colorado, kemarin (10/7). Karena tidak termasuk kelompok ilmuwan yang mengidentifikasi molekul air dalam sampel Apollo tersebut, dia masih menganggap permukaan bulan kering kerontang. Kendati demikian, menurut dia, temuan tersebut patut ditelusur kebenarannya.
Selama ini, para ilmuwan meyakini bulan sebagai benda angkasa yang kering berdasar teori penciptaannya. Konon, bulan tercipta saat obyek seukuran Planet Mars menabrak bumi. Kejadian sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu itu lantas mengempaskan molekul cair ke orbit yang selanjutnya membeku dan menjadi bulan. Tabrakan cikal bakal bulan dan bumi yang sangat keras itu membuat seluruh cairan bulan mengering.
Namun, dalam sampel Apollo yang sudah cukup lama itu, ditemukan adanya butiran sebesar kerikil yang bersinar karena kandungan air. Dalam penelitian awal, para astronom menyatakan bahwa butiran tersebut bukanlah air. Namun, sejumlah geolog di Brown University, Rhode Island, lantas melakukan penelitian ulang dengan piranti yang jauh lebih canggih. Sensitivitasnya pun sekitar 10 kali lebih baik dibanding piranti yang lain.
“Dengan alat itu, kami menemukan adanya konsentrasi air dalam butiran-butiran sebesar kerikil tersebut. Sekitar 46 ppm,” terang Erik Hauri dari Carnegie Institution for Science yang dilibatkan dalam penelitian tersebut. Menurut Alberto Saal, pemimpin penelitian, temuan tersebut membuktikan adanya konsentrasi air dalam jumlah cukup besar di permukaan bulan yang selama ini diyakini kering tersebut.
Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, Badan Luar Angkasa Amerika Serikat NASA berencana mengirim pesawat pengintai ke bulan. Rencananya, pesawat bernama Lunar Reconnaissance Orbiter itu akan diluncurkan paling cepat pada 24 November. Selanjutnya, pesawat pengintai yang lain, Lunar Crater Observation dan Sensing Satellite, akan menyusul pada 2009. (AFP/hep/ami)


Tinggalkan Balasan