Dugem dangdut Batam

Sexy Dancer beraksi di Cafe Ratu Platinum, Senin (7/6) malam.

Club eksekutif Pecinta Dangdut

Lagu Beraksi milik grup band Kotak berulang-ulang terdengar dari arah panggung, Kamasutera Band, musik pengiring di Cafe Ratu Platinum yang bertempat di lantai dua eks Tavern Pub, Hotel Panorama Regency, Jodoh, itu sedang latihan. Lagu rock itu ternyata diaransemen ulang menjadi musik rock dangdut, hentakan-hentakan nada-nada progresif yang dipadu dengan suara gendang itu seakan mengiring semangat karyawan Cafe Ratu Platinum menyiapkan keperluan operasionalnya, Rabu (9/6) sore itu.

Tiga bartender sibuk menata ulang botol-botol minumannya, sementara delapan orang pelayanan sedang sibuk menata meja-meja tamu, baik yang ada di hall maupun yang di balkon.

Demam world Cup 2010 juga melanda cafe ini. Pernak-pernik World Cup 2010 menghiasi hampir seluruh ruangan, dari bola yang digantung hingga bendera-bendera negara-negara yang ikut berkompetisi berkibar di cafe dengan luas 300 meter persegi ini.

Atmosfer World Cup 2010 ini mendukung acara nonton bareng yang akan diadakan cafe dangdut eksekutif ini dari tanggal 11 Juni hingga 11 Juli 2010.”Di malam pembukaan kami mengundang Shaggy Dog, band dari Jogjakarta,” ujar GM Cafe Ratu Platinum, Aswi Alamsyah.

Tiga buah televisi datar ukuran sedang di atas panggung dan satu buah televisi datar ukuran besar di atas bar tentu akan membuat nyaman pengunjung.

Club dangdut eksekutif pertama di Batam yang baru Grand Opening, Senin (7/6) lalu ini hadir dengan konsep baru, menawarkan nuansa yang berbeda dari hiburan-hiburan malam yang telah ada di kota industri ini sebelumnya.

Jika dilihat dari konsep dekorasinya, cafe ini memang layak untuk dikatakan club eksekutif. Begitu masuk ke pintu menaiki tangga ke lantai dua nuansa klasik eksekutifnya sudah terasa.

Bertempat di hotel berbintang di pusat bisnis Kota Batam memberi nilai tersendiri.

Tidak hanya menawarkan suasana yang nyaman saja, menyandang kelas eksekutif membuat cafe ini juga menyiapkan fasilitas-fasilitas yang wah, dari sound system yang mempunyai kekuatan 30.000 Watt merek Martin (pertama di Batam), tata cahayanya (lighting) menggunakan delapan lampu Moving Head, enam buah lampu LED ParBar, dan satu unit laser komputer grafis, hingga menggunakan DJ equipment terbaru, yakni Serato, dimana tenologi ini sudah mampu menampilkan suara dan gambar (audio visual).

“Selain dukungan alat yang mumpuni, iven-iven yang digelar juga mengundang artis-artis papan atas,” ucap cowok yang suka mengenakan topi ini.

“Rhido Rhoma, Ira Swara, dan Trio Semox, sudah kami jadwalkan hadir di sini untuk menghibur clubers Batam,” imbuhnya.***

Ayu “Trio Macan” menerkam pengunjung.

Diterkam Trio Macan

Waktu sudah menunjukkan pukul 23.30 WIB, pengunjung yang kebanyakan adalah undangan itu seperti tidak sabar menunggu aksi Trio Macan, yang menjadi bintang tamu di malam Grand Opening itu. Trio yang sudah punya nama di belantika musik dangdut Indonesia dan terkenal dengan goyang dangdutnya yang segarang macan, yakni Trio Macan. Trio yang digawangi oleh Lia, Yeni, dan Ayu ini tak kalah serunya dengan penampilan enam sexy dancer sebelumnya.
Trio Macan langsung menyapa pengunjung dari panggung berukuran 4×5 meter dengan lagu Cari Jodoh, lagu yang dipopulerkan Wali Band. Tapi musiknya sudah diaransemen dangdut. Ketukan-ketukan gendang yang cepat seakan membius Trio Macan dan melepas alas kakinya untuk meliuk-liukkan badannya yang lentur dan gerakan-gerakan erotis khas trio ini. Tepuk tangan dan suitan dari pengunjungpun membaur dengan suara musik.

“Apa kabar Batam? siap bergoyang bersama Trio Macan?” sapa Lia kepada pengunjung Cafe Ratu Platinum seusai menuntaskan lagu Cari Jodoh. “Siaaap..,” jawab pengunjung kompak. Trio Macanpun langsung melanjutkan dengan lagu Belah Duren. Tak puas beraksi di atas panggung, Lia, Yeni, dan Ayu naik ke Bar Dancer seperti sexy dancer sebelumnya.

Trio Macan ini seakan-akan ingin menerkam pengunjung yang duduk di kursi Bar Dancer. Tamu yang duduk di balkon, yang ada di sisi kiri dan kanan panggung tak luput dari terkaman Trio Macan, Yeni “bertugas” di sisi kanan, Ayu di sisi kiri, sementara Lia tetap di panggung menemani pengunjung yang ada di hall. Di sinipun macan-macan ini tidak menyanyi biasa tapi naik juga ke atas meja tamu, sejumlah tamu yang ada di balkon itu tampak senang dengan kehadiran macan-macan cantik itu dengan menawarkan minuman dan berjoget bersama.

”Secara konsep sih cukup berani tampil beda dengan menampilkan musik khas Indonesia (dangdut) sebagai entertainment utamanya. Suasana cukup mendukung terutama dengan sound system dan lighting yang di bikin wah!” komentar Budi seusai diterkam Ayu Trio Macan di mejanya.

Trio Macan beraksi hingga pukul 03.00 WIB malam itu, membawakan beberapa lagu yang sedang populer seperti Mabuk Janda dan Yang (Wali Band), dan diakhiri dengan lagu pamungkasnya, lagu yang mempopulerkannya, yakni SMS.***

Trio Macan beraksi.

Tidak boleh pakai sandal

Sebagai cafe eksekutif, Ratu Platinum menerapkan aturan-aturan bagi pengunjungnya agar tidak  merusak suasana dan imej yang disandangnya. Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana malam di club dangdut ini tidak diperbolehkan pakai sandal dan kaos yang tidak berkerah. “Di sini kan club eksekutif masak pakai sandal, rasanya kurang sopan,” kata Aswi.

Alasan Aswi cukup beralasan, karena target mereka adalah pengunjung kelas menengah ke atas dan wisatawan asing. “Selain warga lokal pecinta dangdut, target kami adalah wisatawan dari Singapura, Malaysia, dan India. Jadi kami jaga eksekutif kami” tuturnya.

Sementara itu, selain menyorot penampilan tamunya, penampilan karyawannya juga diperhatikan”Busana pelayan kami bergaya Eropa,” ucap Aswi sembari menghisap rokok filternya.

Pengunjung Cafe Platinum bukan sekadar disuguhi musik dangdut saja, pengunjung juga akan dibakar adrenalinnya bersama tarian erotis enam sexy dancer dari Jakarta, dan racikan musik progresif dan beat dari DJ Yanti.

seperti di malam Grand Opening, tiga orang penari beraksi di panggung, sementara tiga penari lainnya beraksi di Bar Dancer. Meja yang tadinya untuk menyimpan minuman tamu, tiba-tiba dijadikan arena sexy dancer meliuk-liukkan tubuhnya seiring dengan hentakan musik yang memacu adrenalin.

Sorotan lampu laserpun seakan-akan ikut menari bersama penari-penari itu. Tak ayal pengunjung yang tadinya hanya duduk dan minum-minum saja, mulai turun dari kursinya  dan menari seakan-akan mengikuti beat-beat musik progresif yang mengiringi. Tak sedikit pengunjung yang mengambil kesempatan itu untuk mengabadikan dengan kamera ponselnya. “Wow..seru mas,” ujar Didi yang asyik memotret momen jarang-jarang itu.

Tak terasa tiga puluh menitpun berlalu, aksi enam sexy dancer di sesi pertama selesai yang sebelumnya diisi oleh penyanyi reguler Cafe Ratu Platinum yang diiringi oleh Kamasutera Band, band yang berpengalaman mengiring acara KDI (Kontes Dangdut Indonesia) di TPI.***

Master Ratu Platinum

master RP

Cafe Ratu Platinum juga dilengkapi dengan meja biliar di dulunya adalah lobby Tavern Pub, di ruangan ini juga disediakan bar yang siap melayani tamu yang mungkin bosan mendengarkan musik dan ingin santai sejenak.

“kami juga punya dua Host (Reception) dan 20 orang PR (Public Relation) yang siap melayani kebutuhan tamu Ratu Platinum,” ungkap Aswi, pria asli Betawi ini.

Cafe dangdut eksekutif ini juga punya minuman andalan seperti bar-bar lainnya, hasil racikan dari Bartender Ratu Platinum, namanya Master Ratu Platinum, minuman jenis coaktail. Disajikan dengan gelas Pilsener dan gelas Brandy, lalu minuman yang paling atas dibakar. warnanya yang berwarna-warni tampak indah dipadukan dengan warna api yang membakar gelas Brandy.”Minuman itu hasil campuran dari sembilan belas jenis minuman,” ujar Vicky, satu dari tiga bartender Ratu Platinum sambil membakar Master ratu Platinum dengan koreknya.

“Selain Ratu Platinum kami juga akan mengembangkan beberapa usaha sejenis tapi beda konsep, yakni Resto live music di Tanjunguma dan Club DJ Progresif,” ujar Aswi.

Masih Aswi, ke depan manajemennya juga menargetkan The Rock Cafe milik Dhani Ahmad, bos Manajemen Republik Cinta ada di Batam. “Sekarang masih dalam tahap negoisasi,” imbuhnya.

“Kami hadir di sini bukan untuk membuat persaingan dunia hiburan di Batam tapi mau menghidupkan hiburan malam di sini, juga mendukung Visit Batam 2010,” pungkasnya. (esont)

Galery Foto :

Trio Macan (Lia, Ayu, dan Yeni).
Trio Macan
Trio Macan
Lia dan Yeni “Trio Macan”
Atraksi Ayu”Trio Macan” bersama gitaris Kamasutera
Trio Macan lapar
Sexy dancer
Sexy dancer
Sexy dancer
Sexy dancer
Mandi laser.***

~ oleh esont pada Juni 19, 2010.

4 Tanggapan to “Dugem dangdut Batam”

  1. i like this….bravo be the best Ratu Platinum!!!

  2. klo msk club saja hrs pake sepatu dan berpakaian yg ber-image eksekutif, knp klo kuliah tdk kyk gitu yah?

    • hehe itulah yg terjadi di negeri tercinta ini bos..mungkin itu artinya orang lebih hormat kepada orang yg berduit daripada orang yang berilmu.

  3. memang dunia mau kiamat,but mau dunk,,,,,,,,,,,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: