KelulusanUN 2008 Batam

Belum Buka Amplop Sudah Stres Duluan

BATAM (BP) – Sekitar 265 siswa kelas tiga SMAN 3 Batam menerima pengumuman hasil ujian nasional (UN) kemarin, Sabtu (14/6). Dari 265 siswa tersebut terdapat 32 siswa yang gagal alias tidak lulus.

Suasana tegang sudah terlihat sejak para siswa mulai datang sekitar pukul 15.00 WIB yang langsung berkumpul di halaman sekolah. Mereka terlihat menggerombol dengan rasa cemas sambil menunggu saat hasil ujian diumumkan. Ketegangan semakin terlihat ketika sekitar 15 personel dari kepolisian memasuki lokasi pengumuman.

Salah satu siswi dari kelas IPA yang tidak mau disebut namanya mengaku sangat cemas dengan hasil ujian nanti. Padahal dirinya mengaku pernah mendapatkan bocoran jawaban soal Kimia, Fisika dan Bahasa Inggris dari salah satu kerabat yang juga seorang guru di luar Batam. “Tapi saya tetap cemas dengan hasil saya nanti,” katanya.

Di sudut lain juga tampak beberapa siswa yang kelihatan cemas bahkan ada yang mulai menangis. Kebanyakan dari mereka merasa panik karena mereka telah mengetahui informasi jumlah siswa yang tidak lulus dari beberapa media.

Para siswa bertambah tegang saat kepala sekolah,Tapi Winanti, mulai memberikan pengarahan seputar hasil ujian. “Apapun hasilnya, jangan terlalu senang dan juga jangan terlalu sedih,” kata Winanti sambil mengatakan hasil ujian nanti diserahkan dalam keadaan terbungkus amplop dan harus dibuka dirumah masing-masing.

Namun setelah para siswa menerima amplop hasil ujian, satu persatu mulai membuka amplop tersebut di depan sekolah. Meski tetap berjalan dengan tertib, namun suasana langsung berubah histeris setelah para siswa mengetahui hasil ujian masing-masing. Para siswa, terutama siswa putri, langsung berteriak histeris saat mengetahui dirinya lulus. Seperti yang dilakukan oleh Pinki Tania, dia langsung menjerit dan menangis histeris hingga nyaris jatuh setelah membuka amplopnya. Sihinega beberapa orang sempat memegangi tubuhnya karena dikira akan pingsan.

“Saya kira tak lulus, wong lulus kok nangis,” kata salah satu wali murid yang ikut mengerumuni Pinki.

Demikian juga dengan Riyuh yang juga tak kalah histeris. Namun Riyuh histeris bukan karena senang dirinya telah lulus melainkan karena menangisi nasib Sandy, sahabatnya yang kebetulan tidak lulus. “Saya kasihan sama dia, dia sahabatku,” kata Riyuh. Lain lagi dengan Nining, siswi IPS ini menangis justru sebelum membuka amplopnya,”saya takut gak lulus, jadi saya tak mau buka,” katanya.

Aksi Ria tidak kalah menarik perhatian, siswa IPA ini langsung menangis sejadi-jadinya setelah mengetahui dirinya tidak lulus. Meski beberapa siswa mencoba menghibur, namun tangisan Ria tidak juga reda. Hingga akhirnya Ria diantar pulang oleh salah satu teman sekelasnya. Demikian juga dengan Sandy, siswa IPS ini tidak bisa menahan kesedihannya karena tidak lulus.

Berdasarkan data kelulusan di SMAN 3 tahun ini mengalami penurunan prosentase, yakni hanya 92 persen sedangkan tahun 2007 lalu tingkat kelulusan di sekolah ini mencapai 96 persen. Menurut kepala sekolah, Winanti hal ini dikarenakan bertambahnya jumlah mata pelajaran yang di UN-kan yakni dari 3 menjadi 6 mata pelajaran serta standar nilai rata-rata yang juga naik dari 4,25 dan 5,25. Selain itu, lanjut Winanti, adanya peraturan nilai mata pelajaran tidak boleh kurang dari 4, dan jika ada nilai 4 maka nilai rata-ratanya minimal harus 6,25.

“Sebenarnya siswa kami tidak ada yang bodoh, semua pintar dan nilai bagus. Cuman aturan-aturan baru itu yang jadi pengganjal,” kata Winanti. Padahal, lanjut Winanti, ada beberapa siswanya yang saat ini sudah diterima dibeberapa perguruan tinggi favorit melalui jalur PMDK. Namun karena nilai Matematika nya rendah maka siswa tersebut tidak lulus.

Winanti menambahkan, pihaknya akan terus mengupayakan peningkatan mutu pendidikan di sekolahnya untuk mencapai kelulusan 100 persen tahun depan. Menurutnya para guru harus lebih intens lagi dalam melakuakn pendekatan personal pada para siswanya. Tujuannya, kata Winanti, untuk mengetahui beberapa masalah belajar siswa, termasuk masalah ekonomi keluarganya. “Kami menyediakan asrama gratis untuk para siswa kurang mampu tapi memiliki motivasi belajar tinggi,” katanya (Arman/BP)

Batam Peringkat Lima Besar UN SMA Se Kepri

BATAM (BP) – Meskipun Batam menduduki peringkat ke dua untuk tingkat kelulusan SMA/MA dan SMK se Kepri, namun Batam mampu meraup peringkat lima besar hasil UN se Kepri. Jurusan IPA, peringkat satu dan dua di raih siswa SMA Yos Sudarso dan SMAN 1 Batam. Sedangkan jurusan IPS, peringkat satu sampai tiga di raih SMAN 1 Batam.

“Ini merupakan suatu kebanggaan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Dikmen Rosmala Dewi di ruang kerjanya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Sekupang, Sabtu (14/6). Jurusan IPA, hasil UN tertinggi dengan nilai 55,95 di raih Yanita Ekayanti, SMA Yos Sudarso. “Nilainya rata-rata sembilan. Bahkan matematika, sepuluh,” ucap Rosmala Dewi dengan bangga. Begitu juga dengan peringkat ke dua yang di raih Chrisnawaty Sirait, SMAN 1 Batam dengan total nilai 54,90.

Sedangkan jurusan IPS, peringkat pertama diraih Anne Putri Harini dengan total nilai 53,65. Peringkat ke dua Andini Putri dengan jumlah 53.60. Sementara peringkat ke tiga Christian Anugrah Limbo, dengan total 53.60.

Kebanggaan ini juga di rasakan Kepala Sekolah SMAN 1 Batam, Lely Suryani. Lely merasa sangat bersyukur SMAN 1 bisa lulus 100 persen. Meskipun pada saat pelaksanaan UN 22-24 April yang lalu, Lely pesimis siswanya bisa lulus seratus persen. Pasalnya banyak keluhan siswa yang disampaikan kepada lely maupun guru-guru lainnya bahwa soal yang di ujikan terbilang sulit. Ditambah dengan adanya beberapa bidang studi yang baru pertama kali di ujikan. “Alhamdulillah,” ucapnya singkat. Namun yang pasti ini tidaklah lain hasil kerja keras semua guru.

Untuk itu, Lely menambahkan, untuk memberi dan tetap meningkapatkan motivasi para guru, pihak sekolah akan memberikan suatu penghargaan bagi setiap guru bidang studi yang meraih nilai tertinggi. “Tujuannya untuk memotivasi guru lainnya. Sehingga mengajar dan mendidik siswa dengan baik,” tambahnya.

Daftar Siswa Peringkat Lima Besar Hasil UN Se Kepri

IPA 1. Yanita Ekayanti (SMA Yos Sudarso) 55,95
2. Chrisnawaty Sirait (SMAN 1 Batam) 54,90

IPS 1. Anne Putri Harini (SMAN 1 Batam) 53,65
2. Andini Putri (SMAN 1 Batam) 53.60
3. Christian Anugrah Limbo (SMAN 1 Batam) 53.60.

SMK Dapat Mengikuti Ujian Kesetaraan
Paket C

Sementara itu, dengan total 290 siswa Batam yang tidak lulus, Kepala Disdik Kota Batam, Muslim Bidin melalui Kepala Bidang (Kabid) Dikmen Rosmala Dewi menghimbau agar siswa yang tidak lulus untuk tidak berkecil hati. Pasalnya mereka masih bisa mengikuti paket kesetaraan, Paket C, yang akan dilaksanakan 24-27 Juni mendatang. “Dengan ijazah ini dapat dipergunkan untuk masuk ke perguruan tinggi,” kata Rosmala Dewi.

Begitu juga bagi siswa SMK yang tidak lulus, mereka juga memiliki kesempatan untuk mengikuti Paket C. Namun dengan konsekwensi jurusan teknologi industri mengikuti ujian Paket C jurusan IPA. Sedangkan bagi jurusan bisnis dan manajemen mengikuti ujian Paket C jurusan IPS.

Namun jika tidak ingin mengikuti ujian kesetaraan, mereka harus mengikuti ujian ulang tahun depan dan kembali mengikuti proses belajar mengajar selama setahun.

“Ujian kesetaraan tanpa di pungut biaya se sen pun,” tegasnya. Untuk itu, diharapkan kepada seluruh siswa yang tidak lulus dapat melengkapi semua syarat melalui sekolah yang bersangkutan. “Sekolah yang akan mendaftarkan secara kolektif,” tambahnya. Selasa (17/6), merupakan hari terakhir penerimaan pendaftaran ujian kesetaraan paket C. “Jika terlambat, maka akan mengikuti ujian kesetaraan tahap ke dua, November mendatang,” imbuhnya. (Elis Surayya/BP)

Lima Siswa SMKN I Tidak Lulus

Batuaji – Sementara itu, di SMKN 1, siswa yang lulus hanya 97, 67 persen dari total 210 siswa. Hal ini sangat berbeda dengan tahun yang lalu. Kalau tahun 2007, siswanya yang lulus 100 persen.

Menurut Kepala Sekolah SMKN 1, Jonizar Djabar, sejak jauh-jauh hari pihaknya telah melakukan langkah-langkah agar siswanya dapat lulu semuanya. Mulai dari pemantapan hingga empat kali try out telah dilakukan. Namun ternyata, hasilnya ada lima siswanya yang tidak lulus. Dua dari jurusan Mesin, dan tiga lagi dari jurusan Listrik.

“Sejak dimulainnya pemantapan dan try out, kita sudah memberikan pengarahan kepada siswa agar benar-benar bejalar dengan serius. Karena yang menentukan kelulusan mereka adalah diri mereka sendiri,” kata Jonizar kepada Batam Pos usai membagikan amplop yang beri surat keterangan lulus atau tidak lulus.

Ia menuturkan, di SMKN 1 siswa yang tercatat memiliki nilai terbaik yaitu Adi Cahya jurusan Elektronik. Dia memiliki nilai Bahasa Indonesia 8,80, Bahasa Inggris 8,60, Matematika 8,75, Produktif 9,18 dan jumlah rata-ratanya 34,93.(Rahmat/BP)

Keterangan Foto : Ekspresi peserta UN 2008 saat pengumuman kelulusan di SMAN 3 Batam.

~ oleh esont pada Juni 16, 2008.

Satu Tanggapan to “KelulusanUN 2008 Batam”

  1. Kalo lulus UN langsung jadi pengedar narkoba
    Lulus UN langsung jadi bandar narkoba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: