Orang Bawean Di Bali (sittung)

Bermula Dari Tugas
Di Pulau Bali, ternyata ada juga sekumpulan orang Bawean. Bahkan sejak tahun 80-an. Saya heran, biasanya orang Bawean lebih memilih ke daerah sebelah Barat, seperti Singapura dan Malaysia daripada Indonesia bagian timur. Tapi sejumlah orang lebih memilih Pulau Dewata sebagai tempat mencari makan dan bersaing dalam dunia kerja. </p>

<p>Tersebutlah, sesepuh orang Bawean di Bali, H Abdulrahman Mughni (77), warga asli Dusun Daya Bata, Kecamatan Sangkapura, Bawean ini sejak tahun 1980 sudah menginjakkan kaki di Pulau yang sangat terkenal di dunia karena pariwisatanya. Awalnya, Abdulrahman ke Bali mendapat tugas dari kantornya sebagai Kepala Depo Pertamina Pesanggaran, Bali. Juga memboyong keluarganya untuk tinggal di pulau yang penduduknya mayoritas pemeluk agama Hindu. Lama kelamaan Abdulrahman hatinya tertambat di Pulau Dewata dan memilih menetap hingga kini.</p>
<p><!–more–>Tahun 1989, Abdulrahman pensiun. Tapi karena tenaga dan fikirannya masih dibutuhkan, Abdulrahman dikaryakan kembali. Dipercaya di rekanan PT Pertamina, yakni di stasiun pengisian Bulk LPG/ SPBE.</p>
<p>Selain H Abdulrahman dan keluarganya, ada juga pemuda Rujing, Sangkapura, bernama Ahmad yang kini berdinas di Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Bali, juga beserta keluarganya.<br />
Dan Juman, pemuda asli Laut Sungai, Sangkapura, Bawean, ke Bali bukan karena dinas tapi berusaha nekat mencari keuntungan di Bali 18 tahun lalu.” Sedullu eson anak buena pak haji Abdulrahman, tape nengkene akerje deddhi Desain Kitchen Equipment,” (Dulu saya anak buah pak H Abdulrahman, tapi sekarang bekerja sebagai Desain Kitchen Equipment), ujar Juman lewat ponselnya, Kamis (21/8).</p>
<p>Menurut Juman, H Abdulrahman masih embah saya dari pihak bapak. Saya sendiri belum pernah berjumpa dengan beliau. Waktu saya ke Bali tahun 2001 bersama kawan-kawan, saya tak mengira kalau di Bali ada orang Baweannya. Kalau sekarang ada kesempatan lagi berkunjung kesana, saya pasti berjumpa mereka. (esont)***</p>
<p>Keterangan Foto : (kiri-kanan) Juman beserta istri dan anak, M Besar dan Wewet sedang makan se’e di<br />
rumah Juman.</p>

~ oleh esont pada Agustus 23, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: