Teror Sampah Tanjunguma

Aan, Putera, Arif, Jaka, dan Zulfikar terpaksa berenang di sekitar rumahnya yang banyak sampahnya.

Sebuah Ironi

Ironis! Mungkin kata itu yang pantas diucapkan jika kita memalingkan muka sejenak melihat Kampung Agas, Kelurahan Tanjunguma, Kecamatan Lubukbaja, Batam.
Tumpukan sampah menyebar ke 500 KK yang bermukim di kampung Agas dan sekitarnya. Padahal Batam sudah dua kali mendapatkan Adipura, sebuah apresiasi kebersihan kota tingkat nasional.

Sejauh mata memandang beragam jenis sampah menyebar ke kolong-kolong rumah yang rata-rata adalah rumah panggung. Sampah plastik, sampah kertas, sampah rumah tangga dan sampah lainnya berbaur menebarkan “teror” bau dan segala potensi penyakit yang terkandung di dalamnya. ”Kalau diukur bisa sampai 1 meter kedalaman sampah itu,” ujar Ketua RW 04, Tanjunguma, Abdul Karim Aziz menunjuk ke tumpukan sampah yang ada di seberang rumahnya.
Pertumbuhan penduduk di Kelurahan Tanjunguma bisa dibilang pesat. Data kelurahan jumlah penduduk kampung ini tahun 2009 tercatat 3.350 KK. Data terbaru untuk Januari 2010 sudah mencapai 4.850 KK (14.904 jiwa) dengan luas wilayahnya 341 hektar.
Pesatnya jumlah penduduk ini bisa dipastikan menambah persoalan warganya terutama penanganan masalah sampah. Paling tidak sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan.
Dan posisi Tanjunguma memang berpotensi menjadi tumpukan sampah terutama yang di pantai bagian selatan (Pasar Induk, Sei Jodoh, Lubukbaja Kota). Sebab di sinilah empat anak sungai Sei Jodoh, Sungai Lubukbaja (Pasar Penuin), Sungai Lubuktengah (belakang Hotel Mercure), Sungai Lubuktepi (Di bawah Pasar Puja Bahari) dan Sungai Pasar Tanjungpantun bermuara. Sampah yang terbawa empat anak sungai itulah yang dari hari ke hari kian menumpuk.
‘’Sampah yang datang dari luar sulit kami tangkal dan kami juga tidak memungkiri jika ada warga kami yang kurang sadar kebersihan lingkungannya, sampah rumah tangga langsung aja dibuang ke laut,” tukas Karim kesal sembari mengisap rokoknya di beranda rumahnya.
‘’Jika ditanya apa solusinya, mayoritas penduduk sini mengharapkan agar wilayah ini ditimbun saja,” harap Karim ketika ditanya solusi masalah sampah di wilayah RW nya.
Kasi Pemerintahan Kelurahan Tanjunguma, Syahril mengatakan pihaknya sudah berupaya menangani masalah sampah. “Kami sudah menempatkan satu petugas khusus menangani sampah di pelantar dan membayar retribusi sampah TPS setiap bulan, selain itu kami juga menggelar gotong royong bersama pihak kecamatan dan warga,” tukas syahril.***

(narasi & foto by esont)

beragam jenis sampah merangsek ke kolong rumah ketua RW IV Kampung Agas, Tanjunguma.
Dua gadis Kampung Agas mengupas bawang di beranda rumahnya yang di bawahnya tumpukan sampah.
Rukinah (54), mencuci daging ayam di dapur rumahnya. Pertama melongok ke luar rumah yang dilihat adalah sampah!
Sudah akrab dengan tumpukan dan aroma sampah.
Tanjunguma yang kian padat.
Tiga bocah SD melintas di pelantar yang banyak sampahnya di Kampung Agas.***

~ oleh esont pada Maret 17, 2010.

7 Tanggapan to “Teror Sampah Tanjunguma”

  1. assalamu’alaykum kawan, kami dari psikologi UGM insyaAllah akan melakukan KKN (kalo sma rektorat disetujui) di Batam khususnya kampung Agas dalam penanggulangan masalah sampah dan pemberdayaan gaya hidup bersih di masyarakat kampung agas batam
    sudah kami buat plan

    • waalaikumsalam kawan..mudah-mudahan teror sampah di kampung agas, tanjunguma bisa menemukan solusi yg pas.
      pemerintah setempat seperti tutup mata, tak berdaya…alangkah senangnya warga sana jika mahasiswa UGM bisa memberi solusi & kontribusi positif nantinya.

    • semoga rektoratnya setuju! itu baru namanya mahasiswa yang berrguna bagi bangsa ya yah.. hehehe… keren^^

  2. mudah”an smpah na pnya hati, jgan ganggu kampung orang age

    okeh

  3. KoK Sampai Ke rumah org nie

  4. Jangan Lahk Kalian Semua Buang Sampash Sembarangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: