Rujak Cingur Batam

Seru Dengan Pedasnya

Batam– Lelaki berperawakan tegap, rambutnya cepak menyapa ramah kepada penulis

saat mendekat ke gerobak rujaknya yang ada tulisan “Rujak Cingur Asli”, Selasa (3/6)

sore itu. ” Silahkan mas, silahkan duduk dulu,” sambutnya ramah sambil terus

mengulek bumbu rujaknya yang dipesan pelanggannya. Penulis pun bersama seorang

kawan memilih duduk di sudut sebelah kiri. Di sebelah meja kami sudah ada dua

wanita paruh baya dengan dandanan mewah tapi kasual, tampak menikmati rujak

cingur sambil bercengkrama santai.

Warung rujak yang hanya beratap trepal berwarna biru berukuran sekitar dua kali tiga

meteran ini lumayan melindungi dari gerimis yang turun sejak siang tadi. Stan rujak

punya Jamil ini berada di tengah-tengah di antara dua puluh empat penjual rujak

lainnya, terletak di Jl Yos Sudarso, tepatnya di jalan tanjakan tikungan sebelah kiri dari

arah Pelita. Namun “kawasan” ini terkenal dengan nama “Simpang Rujak.” Meskipun

bukan nama resmi dari pemerintah setempat, namun semua orang akan tahu jika

menyebut “Simpang Rujak.”

Sepuluh menit berlalu, dua rujak cingur yang disajikan dengan streofoam (aslinya

pakai daun pisang) sudah berada dimeja kami dengan dua teh botol dingin. Kami pun

mulai menyantap makanan  asal Jawa Timur ini, makanan yang berisi sayur-sayuran

(kacang panjang, kangkung, nangka, rebung dan kecamba yang direbus),buah-buahan

(mangga, kedondong), lontong dan diuleg bersama saos kacang yang dicampur petis

ikan atau udang dan ditambah cingur (hidung sapi yang direbus)sehingga rasa dari

sayur dan buah itu menjadi “formula”yang aromanya menggugah selera (tapi di Batam

tidak mencampur buah mangga dan kedondong).

Bagi orang yang sudah sering menyantap rujak cingur, biasanya suka pedas. Bisa

menambahkan lima sampai enam biji cabe rawit ke bumbu kacangnya. “Gak seru kalo

gak keringatan!” kata Heri , seorang teman yang biasa makan rujak. Apalagi makannya

sama krupuk ikan, bunyi kriuk-kriuk dari kerupuk yang digigit, semakin menambah

semangat menghabiskan rujaknya.

Selain pejalankaki, banyak juga yang bermobil mewah

Karena gerimis, pengunjung Simpang Rujak tidak terlalu banyak pelanggan yang

datang. Dari kursi yang berjejer di sepanjang trotoar yang masih belum dibangun ini

banyak yang belum terisi. Yang tampak hanya sejumlah wanita berseragam biru langit dan bebe

yang menduduki kursi di stan rujak yang lainya.

“Biasanya orang banyak yang ngantri, mungkin orang malas untuk keluar rumah,” ujar

Jamil, pria asal Malang, Jawa Timur  ini.

Mantan karyawan hotel yang sudah lima  tahun berjualan rujak ini sedari tadi duduk

di samping meja kami, karena belum ada pembeli baru yang datang.

Memang, dari pantauan penulis, di saat hari cerah banyak mobil-mobil mewah dan

sepedamotor yang berjejer-jejer di pinggir jalan menunggu tuannya membeli rujak.

Seperti dua wanita paruh baya yang duduk di samping kami, setelah membayar

rujaknya ngacir dengan mobil Altis-nya yang mulus.

Apalagi Simpang Rujak ini sering dilalui pekerja PT Sat Nusa Persada, Pelita yang

ngekos di Sei Panas (berjalan kaki, karena jaraknya dekat dari Pelita-Sei Panas).

Biasanya, pekerja yang kebanyakan wanita ini merujak dulu sebelum sampai di

kosannya.

“Tampaknya, meskipun tempatnya apa adanya, tak membuat mereka yang biasa keluar

masuk restoran tidak enggan untuk nongkrong di Simpang Rujak ini ya men..,” celetuk

kawanku yang dari tadi lahap menyantap rujak cigur. Aku pun cuma menjawab “iya,”

sambil menghabiskan teh dalam botol dengan sedotan.

Jam tanganku sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB, berarti kami duduk sudah 45

menitan. Kawanku sudah harus kembali ke kantornya.” Ada rapat, ayo cabut,” ajaknya.

Kami pun cabut dari tempat itu setelah membayar Rp22 ribu untuk dua rujak cingur

plus dua teh botol.***

-Bagi orang Jawa Timur  yang sedang berwisata ke Batam, tidak usah bingung mencari

rujak cingur. Datang saja ke Simpang Rujak.
-Apalagi orang Bawean yang gemar makan rujak (yang ada di Batam, Singapura,

Malaysia) , jika sudah lama tidak incip rujak cingur silahkan datang ke Simpang

Rujak, gak usah repot-repot pulang kampung.
-Atau anda yang senang berwisata kuliner, coba tantangan ini, tidak akan

mengecewakan.

~ oleh esont pada Maret 23, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: