Kelulusan UN Batam 2010

Ekspresi cemas siswa/i SMAN3 sebelum menerima surat pengumuman kelulusan.

Adriyani Lesli Lulusan Terbaik

BATAM (BP) – Siswi SMA Yos Sudarso Batam, Andriyani Lesli, meraih nilai Ujian Nasional (UN)

tertinggi di Kepulauan Riau, dengan nilai rata-rata 54,95.

Selain Andriyani, enam pelajar SMAN 1 Batam juga masuk tujuh besar, yakni Virta Putri

(54,55), Rosiana (54,10), Viandini Permatahati (54,05), Vandy Pradana (53,95), Raden Annisa

Citra (53,70) dan Resti Fauzia (53,65).

“Meski target kelulusan anjlok dari tahun sebelumnya, tapi Batam masih mendominasi lulusan

terbaik. Tujuh orang masuk 10 besar di Kepri,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam

Muslim Bidin.

Andriani Siswa Terbaik.

6 SMA, 2 SMK Lulus 100 Persen

Hanya ada enam sekolah menengah atas (SMA) dan dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang

siswanya lulus 100 persen Ujian nasional (UN) tahun ini. Keenam SMA itu yakni, SMAN 1

Sekupang, SMAN 6 hinterland, SMAN 8 Bengkong, SMA Juwita, SMA Mondial dan SMA Harapan Utama.

Sedangkan dua SMK yang lulus 100 persen yakni SMK Nasional dan SMK Permata Harapan.

Sementara, SMKN 1 Batam yang tahun lalu melahirkan lulusan terbaik di Kepri dan lulus 100

persen, prestasinya tahun ini anjlok. Bahkan, 20 siswanya tidak lulus. “Kita sangat terpukul

sekali,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin.

Wajah Ferdian Jamal, 17, tampak begitu ceria di antara teman-teman sekelasnya di SMAN3,

Nongsa, ketika Kepala Sekolah SMAN3, Tapi Winanti, mengumumkan salah satu siswanya masuk

peringkat sembilan lulusan terbaik Ujian Nasional (UN) tingkat SMA 2010 se Provinsi Kepri di

lapangan sekolah. “Alhamdulillah, teman kalian bernama Ferdian Jamal peringkat sembilan se

Provinsi Kepri dengan nilai 53,75 dan diterima di UGM Jogjakarta,” ujar Tapi Winanti ketika

memberi wejangan kepada siswanya sebelum membagi pengumuman kelulusan.

Ferdian yang berada di baris ke dua segera mendapat ucapan selamat dari teman-temannya.”

Alhamdulillah, rezeki sesuai dengan apa yang sudah saya upayakan selama ini,” tukas siswa

jurusan IPA ini. Seperti apa persiapan UN nya? “Saya lebih banyak mempelajari pelajaran atau

soal-soal yang tingkat kesulitan dan analisanya lebih tinggi, seperti Matematika, Fisika,

dan Kimia, sehingga pelajaran yang tingkat kesulitan dan analisa di bawah itu akan lebih

mudah kita pahami,” ungkap siswa yang matematika UN nya mendapat nilai 10 ini.

Anak pertama pasangan Ardi jamal dan Maitin Fatma ini, meskipun lulus PMDK Teknik Elektro di

Universitas Sumatera Utara (USU), Ferdian lebih memilih masuk UGM mengambil jurusan Teknik

Planologi (Perencanaan dan Desain Kota).”Jarang yang mengambil jurusan itu, lagian Batam

masih butuh pengembangan,” kata Atlet karate Bandung Karate Club (BKC) Batam, peringkat

empat nasional ini.

“Saya berharap adik-adik kelas saya bisa lebih baik dari angkatan kami, dan bisa

mengharumkan nama SMAN3 nantinya,” pesannya kepada adik-adik kelasnya.

Ferdian Jamal.

Cuma Dua Siswa SMAN 13 Lulus

Hujan air mata dipastikan terjadi pada pengumuman hasil UN sore nanti di SMAN 13 Teluk

Sunti, Belakangpadang. Pasalnya, dari 45 siswanya yang ikut UN, hanya dua orang yang lulus.

Selebihnya, 43 orang tidak lulus.

Sedangkan SMAN di mainland (kota) yang prestasinya anjlok yakni SMAN 14 Tanjungsekuang.

Untuk Jurusan IPS, dari 63 siswa, hanya 28 yang lulus, selebihnya 35 orang tidak lulus.

Jurusan IPA juga tak kalah parahnya, hanya 50 persen yang lulus, yakni 19 orang dan yang tak

lulus 19 orang.

Kondisi serupa juga terjadi di SMAN 12 Tanjunguma. Jumlah siswanya yang tidak lulus mencapai

40 siswa. “Rata-rata tidak lulus di pelajaran Matematika dan kimia,” kata Kepala Dinas

Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin, tadi pagi.

“UN Bukan Satu-satunya Penentu Kelulusan”

Dewan Prihatin Angka Kelulusan Menurun

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Riky Indrakari menegaskan ujian nasional (UN) bukan

satu-satunya penentu kelulusan siswa. Hal itu terutama dipicu keprihatinan dewan melihat

menurunnya angka kelulusan siswa yang lulus ujian nasional (UN) SMA yang diumumkan, kemarin.

Sekadar diketahui 12,05 persen siswa tidak lulus UN, dan hanya 87,95 persen saja yang lulus.
“Di negara manapun, tidak ada itu UN menentukan kelulusan siswa. Sebaliknya, ada variabel

lain yang juga memberikan kontribusi terhadap kelulusan siswa,” kata Riky kepada Batam Pos

via ponselnya, kemarin (26/4) malam.
Riky mengaku pihaknya akan berkoordinasi dengan Fraksi PKS DPR RI agar mendukung putusan

Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan bahwa UN bukan satu-satunya penentu kelulusan siswa.
“Kalau memang UN dijadikan satu-satunya penentu kelulusan, lantas apa tanggung jawab guru

dan pemerintah terutama terhadap daerah terpencil,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Riky juga menekankan perlunya evaluasi ulang terhadap arah kebijakan

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) soal UN tersebut.
“Apalagi UU BHP sudah dibatalkan dan penundaan pelaksanaan UN yang tidak diindahkan,”

katanya.
Riky juga menekankan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi kinerja Dinas Pendidikan

(Disdik) Kota Batam terkait menurunnya angka kelulusan siswa tersebut.
Tidak saja evaluasi kinerja, Riky juga mengaku pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap

anggaran Disdik untuk Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).
“Bagaimana dikatakan sekolah bertaraf internasional, sementara mereka masih harus rebutan

bangku perguruan tinggi. Apalagi angka kelulusan siswa saat UN SMA juga turun,” papar

legislator asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
Sesuai namanya, kata dia mestinya siswa RSBI bisa bersekolah di sekolah internasional

yang berada di luar negeri setelah lulus.
Komisi IV juga akan memanggil Disdik Kota Batam, guna mengetahui penyebab menurunnya an.

“Soal waktunya, masih akan kita jadwalkan pemanggilan Disdik itu,” lanjutnya.
Bahkan, lebih jauh Riky mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengusulkan anggaran untuk

mengukur indeks kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada tahun 2011.
“Nantinya SKPD yang bersentuhan langsung dengan pelayanan ke masyarakat akan dilakukan

fit and proper test. Meski penempatan personel SKPD merupakan prerogatif Wali Kota, tapi

kita akan menempuh mekanisme inisiatif Perda khususnya untuk Disdik, Dinkes, Pemuda dan

Olahraga, Dinas PU, Badan Penanaman Modal (BPM),” pungkasnya.

Umi Langsung Pingsan di Jalan

SMAN 4 Banjir Tangis, dari 2 Siswa Jadi 34 Siswa Tak Lulus

Umi Susilawati, siswa kelas IPS 5, SMAN4 Batam, langsung pingsan di jalan saat mengetahui ia

dinyatakan tidak lulus. Tangisan histeris siswi ini memecahkan suasana hiruk pikuk siswa

yang merayakan kelulusan ujian nasional (UN) di sana.

“Ini gila…!! ini gila..!!,” teriak Umi, diiringi isak tangis histeris, Senin (26/4) di

depan gerbang SMAN4 Batam.

Tidak berapa lama Umi-pun tumbang, pingsan, karena tak sanggup menerima kenyataan dirinya

tak lulus. Dalam surat yang diterimanya tertulis dengan jelas “MENGULANG” yang

ditandatangani Kepala Sekolah, M.Isak.

Guru-guru serta teman Umi yang mengetahui ia pingsan berusaha menenenangkan Umi dengan

menyebut, ‘istighfar nak..istighfar nak..’ kata seorang guru kelasnya.

Cherly Frisca sahabat karib Umi menuturkan, sangat sedih dengan nasib yang kurang beruntung

dialami rekannya. Ia sendiri mengaku lulus dalam UN kali ini.

“Saya merasakan beban yang dialami Umi,” kata Nana yang juga sahabat Umi saat memberikan

segelas air putih untuk Umi.

Lain halnya dengan Umi, salah seorang orang tua siswa yang anaknya tak lulus malah melakukan

aksi nekat dengan mengemudikan mobil dengan seenaknya. Wanita yang mengemudikan mobil sedan

BM 1125 ZN ini nyaris menabrak para siswa yang bergerombol di jalanan.

“Bagi saya tidak perlu menangis kalau tidak lulus. Toh apakah dengan nangis bisa merubah

hasilnya. Yang penting kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk lulus,” ujar Hera

Ningtyas kelas IPS 3.

Di SMAN 4 sendiri tahun ini yang tidak lulus UN bejumlah 34 siswa dari total siswa 286.

Terdiri 29 siswa jurusan IPS dan 5 siswa jurusan IPA. Jumlah tersebut merosot tajam bila

dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya dua siswa.

Menanggapi banyaknya siswa yang tidak lulus tahun ini, Kepala SMAN 4 Batam, M.Isak kepada

Batam Pos mengatakan, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin, baik itu berupa pengadaan

pemantaan UN, Try Out, penambahan jam pelajaran serta memanggil para orang tua untuk

memperhatikan anak-anak mereka.

“Saya pikir untuk grade nilai tidak ada masalah. Hanya saja para siswa masih ada yang kurang

perhatian dari orangtuanya, bukan berarti kita mau menyalahkan tapi inilah realitanya,”

katanya.

Para siswanya yang tidak lulus tersebut kebanyakan kalah pada nilai rata-ratanya yang tidak

mencukupi persyaratan kelulusan. Pihaknya Selasa (27/4) hari ini akan mengumpulkan siswa

yang tak lulus untuk menyusun strategi pada UN Ulangan tanggal 10-14 Mei mendatang.

“Besok kita arahkan mata uji apa yang harus mereka ulang untuk memenuhi rata-rata itu,”

terangnya.

Aksi Konvoi Dan Corat-Coret Masih Terjadi

Euforia siswa yang berhasil lulus dalam Ujian Nasional (UN) sepertinya tidak terbendungkan

lagi. Disdik Batam yang telah melarang para siswa untuk tidak memakai seragam sekolah saat

menerima hasil UN, sepertinya tak digubris.

Seperti yang terjadi di SMA4 Batam, Sekupang. Hasrat para siswa di sana untuk

mengekspresikan sekaligus merayakan keberhasilannya lulus dengan melakukan corat coret

seolah tak terbendungkan.

Aparat Polsek Sekupang yang dikerahkan untuk menertibkan itu dibuat tak berdaya. Putugas-pun

terpaksa hanya bisa menonton aksi mereka. Namun untuk mengantisipasi aksi konvoi yang

berujung pada kemacetan lalu lintas sepertinya Polisi tak pandang bulu.

Wakapolsek Sekupang, Iptu Jefry yang langsung terjun ke lokasi hanya bisa menasehati agar

siswa tak brutal di jalanan. Ia juga menghimbau agar para siswa tertib dalam berlalu lintas.

“Semua personil sudah kita kerahkan ke SMA 4, sebab dari data yang kita terima di sini siswa

yang tak lulus meningkat,” kata Jefry, kepada wartawan, Senin (26/4).

Rizky salah seorang siswa yang melakukan coret baju menuturkan aksinya tersebut merupakan

ekspresi kegembiraan dari rasa stres menanti hasil UN. Karena keberhasilannya lulus, maka

kata dia tak ada salahnya karena hal tersebut merupakan bagian dari sejarah untuk

kenang-kenangan dirinya.

“Kami tau dilarang, tapi inikan era demokrasi, masa harus dilarang,” katanya sumringah.

(nur/cr3/ryh/hda)***

Galeri Foto :

Ekspresi cemas siswa-siswi SMAN 3.

Cemas dan doa.

Cemas.

Lulus.

Andra Anggraini, siswi jurusan IPA SMAN 3
tersenyum bahagia setelah membaca surat
pengumuman kelulusan.

Gagal UN.
Foto-foto by esont.***

~ oleh esont pada April 29, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: