Lomba karya Jurnalistik Isu Perburuhan

PENGUMUMAN NOMINASI DAN PEMENANG Penghargaan Jurnalistik untuk Liputan Isu Perburuhan 2009

 (ki-ka) Danu Kusworo (Harian Kompas),
Yusuf Hidayat (Batam Pos), & Afriadi Hikmal(Jakarta Globe).
Ditulis oleh AJI Indonesia
Jumat, 11 Desember 2009 15:26
Pada tanggal 11 Desember 2009, AJI Indonesia mengumumkan nominasi dan pemenang kompetisi karya jurnalistik untuk liputan isu perburuhan. Kegiatan ini didukung oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI), American Centre for International Labor Solidarity (ACILS), Friedrich Ebert Stiftung (FES), International Labour Organization (ILO). “Penghargaan Jurnalistik untuk Liputan Isu Perburuhan” ini ditujukan bagi karya jurnalistik baik cetak/online, radio, televisi, dan foto yang mengangkat tema tentang isu perburuhan, baik dari segi permasalahan yang terjadi maupun kondisi dunia ketenagakerjaan saat ini.

Jumlah karya yang masuk pada tahun ini adalah 149 karya: 85 karya kategori cetak, 13 kategori televisi, 33 foto, dan 18 karya jurnalistik radio. Satu kategori baru ditambahkan pada tahun ini yaitu, foto.

Semua karya yang masuk terlebih dahulu melalui proses seleksi administrasi untuk memeriksa kelengkapannya serta kesesuaian tema dan bentuk karya yang disyaratkan dalam pengumuman sebelumnya. Selanjutnya dewan juri yang terdiri dari enam orang praktisi jurnalis, ACILS, dan FES, memilih nominasi dan menentukan pemenang masing-masing kategori.

Dari 85 karya cetak/on-line yang masuk, dewan juri memilih 9 karya sebagai nominasi pemenang. Penilaian didasarkan pada gagasan berita, komposisi struktur, bahasa dan teknik penyajian, etika, serta isi tulisan.

Nominasi pemenang kategori cetak/online:
    Dari Mulut Macan, Masuk Mulut Buaya; Pungutan 150 Ribu Rupiah yang Diambil dari Sejuta TKI Tahun Ini, tak Jelas peruntukannya; Berkaca Pada Filipina Menggalang solidaritas, melakukan diplomasi, dan ratifikasi konvensi oleh Rusdi Mathari/Agus Triyono/Kristian Ginting/Teguh Nugroho/ Nala Dipa Alamsyah – Koran Jakarta
    Govt Respons too Late to Stop Child Labor; NTT to Fall Down Deeper into Crises this Year; Analyst Warns; Crisis Sends School-Age Children to Work oleh Ridwan Max Sijabat – The Jakarta Post
    Geliat Buruh bertahan hidup di Kota Makmur oleh Ayu Prawitasari – Solopos, Solo
    Janji Kosong Broker TKI ke Korea oleh Sudrajat – Koran Tempo
    Mengangkat Derajat Pramuwisma oleh R. Fitriana – Bisnis Indonesia
    Mereka Tak Sekedar Deretan Angka; Banyak TKI yang Terjerat Agen-agen Nakal dan Bariyah pun Resah; Umurnya yang belum Genap 17 Tahun, Disulap Lebih Tua oleh Adiyanto/Agus Triyono/Kristian Ginting/Rizky Kristian Ginting/Teguh Nugroho – Koran Jakarta
    Nasib “Buruh Media” yang Terlupakan Media oleh Muhammad Subhan – Harian Haluan, Padang
    Nasib Sang Pelinting oleh Aditya Heru Wardhana
    Wajah Banten Lama Makin Sempurna oleh Ahmad Arif dan Wisnu Nugroho – Harian Kompas

Pemenang Kategori cetak/on line:
I.    Janji Kosong Broker TKI ke Korea oleh Sudrajat – Koran Tempo
II.    Govt Respons too Late to Stop Child Labor; NTT to Fall Down Deeper into Crises this Year; Analyst Warns; Crisis Sends School-Age Children to Work oleh Ridwan Max Sijabat – The Jakarta Post
III.    Geliat Buruh bertahan hidup di Kota Makmur oleh Ayu Prawitasari – Solopos, Solo

Kategori Foto merupakan sebuah kategori baru dalam perlombaan ini, kami menilai adanya respon yang positif dari kalangan jurnalis, dengan masuknya 33 karya untuk mengikuti seleksi dan penjurian. Kesesuaian tema dan cara penyajian merupakan salah satu unsur yang dijadikan barometer penilaian bagi dewan juri. Ke depan, diusulkan sebaiknya ada pembedaan kategori untuk jenis foto foto story (essay foto) dan foto single.

Nominasi pemenang kategori foto:
•    Every little helps oleh Wendra Ajistyatama – The Jakarta Post
•    Fashion Victims oleh Afriadi Hikmal – Jakarta Globe
•    Living Merapi oleh Ronny Zakaria – (On Asia Images/Freelance), Jakarta
•    Pentingnya Buruh Bersatu oleh Danu Kusworo – Harian Kompas
•    Sorry, no day off oleh Afriadi Hikmal- Jakarta Globe
•    Si Tono Pencetak Batubata oleh Raden Yusuf Hidayat – Batam Pos, Batam

Pemenang Kategori Foto:
I.    Fashion Victims oleh Afriadi Hikmal – Jakarta Globe
II.    Si Tono Pencetak Batubata oleh Raden Yusuf Hidayat – Batam Pos, Batam
III.    Pentingnya Buruh Bersatu oleh Danu Kusworo – Harian Kompas

Pada kategori radio, kurangnya beragamnya media-media yang mengikuti kompetisi ini jadi sebuah catatan penting bagi perlombaan selanjutnya. Pada penilaiannya kali ini dewan juri memberikan penekanan pada pemberian ruang untuk penyampaian gagasan tentang liputan perburuhan.

Nominasi Kategori Radio:
•    Buruh Ambil Alih Pabrik oleh Andreas Ronny – KBR68H, Jakarta
•    Nestapa di Terminal 4 TKI oleh Irvan Imamsyah – KBR68H, Jakarta
•    PHK Buruh Migran Selama Krisis Keuangan Global oleh Sri Lestari – BBC Siaran Indonesia
•    Menggugat Pengekangan Kebebasan Berserikat di Kalangan Buruh oleh Budhi Kurniawan – KBR68H, Jakarta
•    Memanusiakan Pekerja Domestik oleh Liza Desylanhi – KBR68H, Jakarta
•    Sembilan Tahun Tidak Digaji/Buruh Retjo Pentung-Tagih Janji oleh Yon Rahardjo, Anita Reta, Agustyan Bhaskara – Radio Mayangkara, Blitar

Pemenang kategori radio:
I.    Buruh Ambil Alih Pabrik oleh Andreas Ronny – KBR68H, Jakarta
II.    Nestapa di Terminal 4 TKI oleh Irvan Imamsyah – KBR68H, Jakarta
III.    PHK Buruh Migran Selama Krisis Keuangan Global oleh Sri Lestari – BBC Siaran Indonesia

Minimnya kualitas karya-karya yang masuk untuk kategori televisi, membuat dewan juri tidak bisa menentukan nominasi pemenang. Seperti teknis liputan kurang memadai, ide kurang bervariasi, teknik pengemasan kurang, serta etika kurang diperhatikan.

Pemenang kategori televisi:
I.    PHK Tak Selamanya Berujung Petaka oleh Utami Dewi dan Ubaidilah NS – TPI
II.    TKW Terzalimi oleh Yolinda Puspita Rini – Trans7
III.    TKI Qatar oleh Elly Husin dan Vicci Fatalaya – RCTI

Foto : Si Tono Pencetak Batu bata

Ahmad Sutono (9), siswa kelas I Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ikhlas, Mangsang Kavling, Kecamatan Seibeduk, Batam sejak tiga tahun lalu sudah menjadi pekerja anak membantu orangtuanya mencetak batubata. Tampak Ahmad Sutono dengan semangat mencetak tanah liat untuk batubata membantu ibunya , Darwati (48, kiri) di gudang pembuatan batubata Mangsang Kebun sepulang sekolah, Sabtu (31/10) siang. Kedua orangtua Ahmad Sutono merupakan buruh upahan asal Demak, Jawa Tengah yang hidup cenderung kekurangan. Buruh informal seperti mereka banyak yang tidak tersentuh oleh program jaminan kesejahteraan sosial atau asuransi. Mereka juga berhak menikmati perlindungan jaminan sosial yang selama ini dinikmati oleh pekerja formal.***

~ oleh esont pada Mei 5, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: