Sensasi Pulau Abang

Indah Pulaunya, Banyak Ikannya

Suatu senja di perairan Pulau Abang.

Langit di ufuk barat mulai membiru dengan semburat merahnya ketika rombongan penghobi mancing Batam bertolak dari Pelabuhan Hasyim di Galang Baru, Kecamatan Galang, menuju Pulau Abang. Mesin Kapal Motor (KM) Marawata pun mulai menderu perlahan meninggalkan pelabuhan rakyat di ujung pulau Galang itu, Selasa (27/4) lalu.

KM Marawata mempunyai Fish Finder, yaitu alat pendeteksi ikan yang ditempel sebelah kiri stir nahkoda. Dari monitor berbentuk kotak dengan layar oranye itu tampak ikan-ikan yang ada di bawah kapal.”Lihat itu ikannya besar-besar,” kata Kapten Kapal KM Marawata, Kaer, 43, sambil menunjuk dua ikan yang terdeteksi fish findernya.

Langit yang tadi membiru perlahan semakin kelam seiring dengan laju kapal sewa itu. Satu jam  tak teras ketika menyeberangi perairan ini, karena ombaknya relatif tenang. Cahaya lampu rumah-rumah panggung warga Pulau Abang yang sedari tadi berkerlap-kerlip seperti bintang dari kejauhan, kini semakin tampak jelas.

Rombongan sengaja mampir ke Pulau Abang, karena dalam rombongan ada anggota DPRD Batam yang akan reses menemui konsituennya. Ketua Fraksi PKS, Ricky Indrakari dan anggota dewan PKS, Sukaryo bersama kader PKS dan penghobi mancing langsung disambut tokoh masyarakat dan warga Pulau Abang untuk salat isya’ berjamaah dan makan malam bersama di Masjid Jami’ Al jannah. Penjaringan aspirasinya juga digelar di Masjid ini.

Dua jam berlalu, rombongan langsung menuju Kapal meninggalkan pelantar beton pulau berpenduduk 1600 an jiwa itu. 20 orang dalam rombongan mulai menyiapkan peralatan pancing masing-masing, dan memotong sotong yang dibawa sebagai umpan. Sotong yang telah dipotong-potong berbentuk kotak panjang itu dipukul-pukul dengan gagang pisau dan kayu, “Biar dagingnya empuk dan lentur,” ujar Seran,23, ABK KM Marawata yang telah berpengalaman menjadi pemandu penghobi mancing ini.

Mesin dimatikan setelah posisi kapal sudah cukup jauh dari Pulau sebelah selatan Batam ini, kail-kailpun mulai diturunkan,”Bismillah,” ucap Ustadz Ispiraini yang ikut dalam rombongan.

Dari anjungan hingga buritan kapal penuh, mau duduk pun agak berdempetan.”20 orang terlalu banyak, idealnya 10 orang,” kata Kaer. Tak hanya masalah tempat duduk yang agak repot, antara kail yang satu dengan kail yang lainnya juga sering terlilit.”Kupikir dapat ikan besar, ternyata kail kawan,” ucap Sukaryo kecewa setelah semangat menarik kailnya dan disambut gelak tawa rekan-rekannya.

Malam itu, cuaca di atas laut bisa dibilang bersahabat. Angin berhembus tidak kencang, sehingga banyak rombongan yang melepaskan jaketnya. Namun, tidak demikian dengan kondisi di bawah air, justru sebaliknya, arus bergerak kuat.”Karena arus yang kuat inilah mungkin kail kita sering sangkut,” Kata Asri, mantan guru SD di Pulau Abang yang ikut dalam rombongan penghobi mancing.

Menurut Ricky Indrakari, pengaruh arus yang kuat ini juga berpengaruh dengan hasil tangkapan ikan,”Biasanya susah dapat ikan kalau arusnya kuat,” ujarnya yang diamini Kaer.”gak cuma arus yang kuat, suhu air yang dingin menyebabkan kutu air sering nempel ke umpan yang menyebabkan ikan gak mau makan,” timpal Asri.

“Dulu waktu masih kerja di PT Unisem, saya sering berkunjung ke sini bareng teman-teman kantor, jadi sedikit tahulah tentang mancing-memancing,” ucap Ricky sambil tertawa.

Tiba-tiba kail Kaer tertarik ke bawah, mengejutkannya yang sedari tadi asyik ngobrol. Kaer segera menggulung tali pancingnya, sesekali mengulurnya agar tali pancingnya tidak putus. Setelah beradu tenaga dengan tangkapannya, ikan itu akhirnya bisa diangkat.”Itu namanya Blengkeng, ikan hiu jenis kecil,” ujarnya kepada Batam Pos. Ikan itulah yang pertama nyangkut ke kail rombongan ini.

Setelah sekian lama tidak ada kejutan-kejutan lagi di kail, kami bergeser ke lokasi agak ke tengah lagi. Di lokasi ke dua, keberuntungan mulai terlihat. Satu persatu ikan-ikan mulai nyangkut di kail. Rombongan pun mulai tampak bersemangat lagi.”Inilah senangnya mancing, sensasi getarannya itu loh..,” Ungkap Riki Syolihin gembira di buritan sambil melepas ikan Kakap yang nyangkut di kailnya.

Riki lebih beruntung dibanding Sukaryo yang duduk di sebelahnya, Riki tiga kali angkat ikan sementara Sukaryo sama sekali tak merasakan sensasi getaran kailnya yang digigit ikan.”Kurang beruntung malam ini,” ujarnya kecewa sambil menahan kantuknya.

“Tampaknya kita yang harus menyesuaikan dengan jadwal ikan, bukan ikan yang menyesuaikan dengan jadwal kita,” celetuk Ustadz Ispiraini meledek sukaryo sambil mengangkat ikan Kakap besar yang nyangkut di kailnya yang disambut gelak tawa yang ada di buritan.

Malampun kian larut, waktu mendekati subuh, sebagian rombongan juga sudah tampak kelelahan dan ngantuk. Kapal sudah empat kali pindah lokasi, rombongan memutuskan untuk kembali ke pelabuhan Hasyim.

Bulan Terang, Ikan Enggan Makan

Mancing butuh kesabaran.

Menurut Kaer, Februari hingga Mei, biasanya arusnya bagus dan airnya tenang, ikanpun mudah didapat. Ikan yang paling banyak di perairan ini adalah jenis ikan timun, ikan kaci, ikan ungar, ikan pari, dan blengkeng, jenis ikan hiu yang berbadan kecil.

Ricky dan rombongannya merupakan rombongan kurang beruntung malam itu, karena ikan yang didapat tidak seperti yang dibayangkan.”Mungkin lain kali kami beruntung,” tukas Sukaryo.

“Cahaya bulan yang terang biasanya juga membuat ikan enggan makan umpan,” ungkap Kaer, lelaki yang telah berpengalaman delapan tahun menjadi guide penghobi mancing di perairan yang terkenal dengan keindahan wisata terumbu karangnya ini memberi alasan.

Perairan yang dikelilingi banyak pulau-pulau kecil di ujung pulau Galang ini, paling sering dikunjungi oleh wisatawan lokal dan wisatawan asing penikmat wisata bahari. Hari Jumat, sabtu, dan Minggu, Kaer dan kapalnya sering disewa rombongan penghobi mancing dari Batam. Dengan tarif Rp1,8 juta sudah bisa menyewa kapal berkekuatan 13 knot ini, semalaman.

Rute yang biasa disinggahi masih di perairan Pulau Abang. Yakni, perairan di pulau Buaya, pulau Sekate, pulau Petong adalah tiga hot spot yang menjadi favorit penghobi mancing. “Biasanya yang menyewa kapal kami rombongan kantor Pajak, PLN, PT Unisem,” ungkap Kaer.

Selain pelabuhan Hasyim di Galang Baru, pelabuhan yang ada di Pulau Nguan juga sering dijadikan komunitas penghobi mancing sebagai terminal. di Pelabuhan ini terdapat restoran seafood dan tak jauh dari pelabuhan itu telah beroperasi hotel Gaperi (PT Galang Persada Mandiri). (esont)

Ada Hotel di Tepi Pantai

Hotel Gaperi (PT Galang Persada Mandiri) di Pulau Nguan.

Mereka yang suka berpetualang di laut tak perlu khawatir soal penginapan. Di pinggir pantai di dekat RM Pondok Indah Jaya, rumah makan yang menyediakan aneka masakan laut, terdapat hotel milik PT Galang Persada Mandiri. Lokasinya tak jauh dari jembatan enam Barelang dan pelantar-pelantar tempat kapal biasa bersandar.

Hotel tersebut memiliki fasilitas yang cukup bagus. Ada 14 kamar, separuh di antaranya dilengkapi tempat tidur ganda, akses internet, air hangat, tempat refleksi dan pijat serta fasilitas karaoke seperti KTV.

Hotel tersebut baru buka sebulan lalu. Tarif kamarnya, 40 dolar Amerika per malam. “Ini masih promosi,” kata pegawai hotel, kepada rombongan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Batam Guntur Sakti.

Lokasi hotel mudah dijangkau. Terutama bagi mereka yang ingin keliling pulau melewati pulau Abang dan pulau-pulau sekitarnya. Di RM Pondok Indah Jaya misalnya, ada pelantar yang dijadikan tempat bersandarnya kapal-kapal yang bisa disewa untuk keliling pulau. (med)***

Galeri Foto :

Pelabuhan Hasyim.



Siluet senja di perairan Pulau Abang.

Prepare.

Riky Syolihin dapat Kakap.

Hasil mancing.
By esont.***

~ oleh esont pada Mei 5, 2010.

3 Tanggapan to “Sensasi Pulau Abang”

  1. kapan mancing lagi,,,,saya ikut…ok

  2. entahlah..nunggu undangan jg, hehe

  3. nice….🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: