Golden City Batam

Memandang Kapal Cheng Ho Dari Flying fox

Batam- Waktu menunjukkan pukul 16.30 WIB, matahari mulai mengurangi kadar panasnya namun sinarnya masih menerangi lokasi wisata Golden City yang berlokasi di Bengkong Laut, Kecamatan Bengkong, Rabu (2/6) lalu.

Dedi Suryadi, 38,  tampak asyik memotret istrinya, Zadewiwit, 31, sambil menggendong anaknya yang masih balita berlatar belakang Kapal Laksamana Ceng Ho. Beberapa kali Dedi mengabadikan keluarga kecilnya itu dengan beberapa pose. “Satu dua tiga..senyumlah..,” ujarnya sambil membidikkan kamera sakunya.

“Kami sering ke sini, selain banyak wahana permainannya, lokasinya mudah dijangkau,” kata Dedi. “Di sini juga banyak pohonnya, jadi panasnya tidak terlalu menyengat,” timpal Zadewiwit menimpali sembari menyuapi anaknya.Lalu mereka pindah ke wahana permainan anak.

Sore itu, tak hanya keluarga Dedi yang menikmati indahnya nuansa sunset di Golden City, puluhan keluarga dan puluhan remaja juga menikmati suasana itu.

Ada yang menikmati sambil menikmati menu yang ada di food court Golden King yang langsung berbatasan dengan pantai, ada yang menyewa Aqua Circle sambil mengitari pantai yang dibendung seluas lapangan bola itu.

Semakin sore, pengunjung semakin banyak yang datang. Terlihat sejumlah rombongan turun dari mobil carry di dekat wahana permainan anak-anak. Puluhan sepeda motor yang dikendarai pasangan keluarga dan remaja juga semakin banyak yang hilir mudik di ruas-ruas jalan Golden City.

Aksi tiga anak muda meluncur dengan tali sepanjang tiga ratus meter dengan ketinggian dua belas meter di Belalang adventure menjadi tontonan menarik pengunjung. Taufik, 25, Dery, 29, dan Hendrik, 23, tampak atraktif dengan liukan-liukan badannya ketika sedang meluncur. Tak heran, karena ternyata mereka adalah instruktur Belalang Adventure.”Mereka sedang show,” tukas Joko Soesianto, Area Manager Golden City ang menemani Batam Pos mengunjungi sejumlah wahana yang ada Golden City.

Di sisi barat paling pojok terdengar tawa riang puluhan anak kecil yang menceburkan badannya ke pantai yang dangkal sambil bermain air, orang tuanya mengawasi dari pinggir sembari menikmati jagung bakar. Di wahana permainan anak yang berlokasi di sisi utara tak kalah ramai dan seru. Anak-anak antre mobil remote, kereta api, perosotan, dan sejumlah permainan anak lainnya.

“Setiap pekan kami ke sini, selain dekat dari rumah anaknya juga suka bermain di sini,” komentar Evi Lolita, 29, warga Bengkong Harapan I seusai menemani putrinya, Anggun berenang.

Di akhir pekan lokasi wisata yang masuknya tidak dipungut biaya ini semakin padat engunjung. Pertunjukannyapun bertambah. “Kalau Minggu jalannya sampai macet. Saking padatnya, jangankan wahana permainan, Topeng monyetpun dikerubuti pengunjung,” ungkap Djoko. (esont)

Flying Fox

Kapal Ceng Ho Primadona

Sejak dibuka 26 Maret 2009 tahun lalu, Golden City sudah banyak dikunjungi wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Walaupun jalan-jalannya belum semuanya diaspal.

Dari semua fasilitas yang ada, Kapal Laksamana Ceng Ho yang paling terkenal.Miniatur armada panglima muslim di zaman kerajaan Dinasti Ming abad ke-15 ini menjadi favorit pengunjung.

kapal berkapasitas 150 penumpang ini dilengkapi dengan karaoke lounge, mini bar, organ tungal, restoran, dan Karaoke VIP room. Jangan khawatir dengan keselamatan, kapal penuh ukiran bergaya oriental ini juga dilengkapi dengan life jacket untuk keselamatan penumpangnya.

Kapal wisata ini juga bisa disewa untuk berlayar, dengan rute Golden City – Batam Centre – Nongsa – Pulau Puteri – Golden City.”Waktunya dua atau tiga jam,” tukas Djoko Soesianto.

Beberapa kali Kapal Ceng Ho pernah melayani rombongan wisatawan dari Singapura dan Malaysia. Rombongan wisatawan domestik dari Jakarta, Jogjakarta, medan dan daerah lainnya juga menjadikan kapal ini sebagai destinasi perjalanan wisata mereka di kota industri ini.

Pun demikian komunitas pecinta fotografi yang ada di Kota Batam, selalu menjadikan Kapal Ceng Ho sebagai sasaran bidik lensanya dibanding dengan fasilitas lainnya yang ada di Golden City. (esont)

Roket

Wisata rekreasi dan wisata kebudayaan

Golden City memang dikonsep sebagai wisata rekreasi dan wisata kebudayaan. Ini bisa dilihat dari banyaknya fasilitas wahana permainan yang bisa mengakomodir permainan anak-anak hingga permainan orang dewasa.

Sebut saja Kapal Ceng Ho, Circuit motorcross, Gokart, All Terrain Vehicle  (ATV), sejumlah fasilitas Outbond (flying fox, Paint ball, dan Hight rope). Sedangkan untuk permainan anak-anak, ada Pasar Malam, permainan yang sudah merakyat seperti, Tong Setan, Komedi Putar, dan permainan anak lainnya.

Permainan di air juga tak kalah menarik, seperti Kano dan Sepeda air/Aqua circle merupakan alternatif bermain bersama anak.

Wisata budaya yang ada di Golden City seperti miniatur rumah budaya yang ada di Indonesia, atraksi Kuda Lumping, Campur sari, Reog, dan atraksi Debus. “Di sini juga kerap diselenggarakan festival band sebagai wadah pecinta musik remaja, dan pekan lalu disini diselenggarakan pemilihan Miss Victory 2010,” ucap Area Manager Golden City, Djoko Soesianto.

Sejumlah komunitas (hobbies) juga sering mengadakan acara di area wisata ini, misalnya hobbies kapal remote, sepeda gunung, pesawat remote (aeromodeling), komunitas sepedamotor.

“Kami welcome untuk semua komunitas, kami menyediakan fasilitasnya. Pokoknya di sini bisa untuk apa saja,” promosi Djoko.

“Perusahaan-perusahaan yang ingin mengadakan acara di sini bisa juga, selain bisa sambil bermain harga makanannya cukup terjangkau,” pungkasnya. (esont) ***

Galeri Foto :

Aqua circle

Mobil remote

Pantai.***

~ oleh esont pada Juni 12, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: