Pelatihan fotografi pra SFI 2010

Arbain Rambey memberi pencerahan kepada fotografer Batam, (24/5) lalu. F. Wijaya Satria

Di Era Digital, Berfikirlah Digital

Batam–  “BATAM sudah berubah dan jauh lebih rapi ya, tadi siang saya sempat motret di sekitar pelabuhan yang ada di kota ini, untung langitnya sedang cerah,” ujar Arbain Rambey membuka dialog dengan puluhan fotografer Batam di acara pelatihan fotografi di Hotel Novotel Batam, Selasa (24/5) malam.

Fotografer senior kondang yang juga Redaktur Foto Koran Kompas ini sengaja diundang oleh panitia Salon Foto Indonesia (SFI) 2010 untuk memberi wejangan kepada fotografer lokal. “Ini sebagai pemanasan pra SFI,” ujar Ketua Panitia SFI 2010, Agus Harjanto.

Arbain memaparkan bahwa konten foto lebih utama dibandingkan dengan urusan teknis pencahayaan. Di era kamera digital pencahayaan sudah bukan menjadi masalah yang serius. Dengan teknologi, cahaya yang berlebihan (offer) atau minim (low light) bisa ditoleransi. “Kalau kamera bisa kerja ngapain kita capek-capek mikir, kan kita bisa mikir yang lain. Bagaimana mencari angle (sudut pandang), komposisi, dan momen yang bagus untuk dijepret, iya kan?” tukasnya.

Satu dari empat dasar fotografi bisa ditangani oleh teknologi, lalu bagaimana dengan angle, komposisi, dan momen? “Yang tiga itu harus dipelajari, karena kamera gak bisa auto angle, auto komposisi, atau auto pohon seperti ini,” katanya melucu sambil menunjukkan foto rumah adat Sumatera Barat yang diframing (bingkai) dengan pohon rindang di layar yang disambut tawa
fotografer yang memenuhi ruangan.

Dari awal, Arbain memang lebih banyak mengajak berpikir daripada mengajari teknik-teknik fotografi, termasuk mengajak berfikir bagaimana seharusnya fotografer memandang objek foto.”Jangan malas mencoba dari berbagai sudut ketika memotret, dan jangan percaya pada pandangan pertama karena foto beda dengan cinta,” wejangnya sambil melucu lagi ketika mencontohkan sejumlah foto yang dijepret dari berbagai sudut.

Wejangan fotografi pra SFI 2010 ini berjalan santai dan penuh dengan tawa,celetukan-celetukan Arbain ketika mengomentari karya-karyanya yang ditampilkan dilayar kerap mengundang tawa. Meskipun tidak memaparkan teori-teori fotografi yang mendasar, apa yang disampaikan merupakan pencerahan dan wawasan baru bagi fotografer lokal.”Sangat berguna dan mencerahkan bagi saya yang masih pemula,” komentar Tofan,17, pecinta fotografi ini seusai pelatihan.

“Dalam dunia digital berpikirlah digital, prediksiku di masa depan teknologi akan semakin canggih. Sehingga memungkinkan kamera tanpa cermin lagi, body kamera akan semakin kecil, dan toleransinya semakin tinggi. Jadi jangan direpotkan akurasi pencahayaan lagi,” ungkapnya seusai acara.

Setelah pemanasan oleh Arbai Rambey, panitia SFI 2010 berencana akan mendatangkan Row Genggam, fotografer profesional yang juga pengajar di Nikon School Indonesia sebelum acara penjurian SFI 2010 yang akan digelar 30-31 Juli 2010 mendatang di Batam.

Sedangkan pameran foto SFI 2010 akan digelar di Nagoya Hill, 22-26 Oktober 2010 yang rencananya akan dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Indonesia, Jero Wacik. Dan selanjutnya, foto-foto terpilih itu akan dipamerkan lagi di Citraland, Jakarta, 1 November 2010 mendatang.

“SFI 2010 nanti akan mendatangkan juri dari Jepang, Mitsuo Suzuki. Ini pertama kali SFI mengundang juri dari luar Asia Tenggara, dan kami juga mengundang seorang juri dari Singapura, Michael Osaki, ” pungkas Agus. (esont)***

~ oleh esont pada Juni 12, 2010.

2 Tanggapan to “Pelatihan fotografi pra SFI 2010”

  1. Nikkon School Batam dah ada belom om,,, dimana dan hub kemana untuk info pendaftarannya….. thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: