Memburu Tuah Buah Naga

Wisatawan dari Tarakan, Kaltim berfoto ria dengan latar belakang kebun buah naga dan birunya laut.

Lebih indah dari berita di tv dan berita di internet.

Batam – Wisata agro menjadi pilihan menarik untuk menghabiskan masa liburan, apalagi bagi mereka yang sudah jenuh dengan wisata dalam kota. Suguhan wahana permainan dari mall ke mall, yang tidak memberi banyak pilihan, apalagi liburan bersama keluarga.

Malang dan Bandung sejak lama sudah membuka wisata agronya, apel dan buah naga menjadi penariknya. Wisatawan yang berkunjung ke sana bisa memetik langsung buah dari pohonnya.

Bukan hanya memetik, pengunjung juga diterangkan bagaimana memilih buah apel yang bagus. Tak hanya apel, tapi strawberry, jeruk , dan sayur-mayur. Tentu ini suatu wisata yang menarik dan tak terlupakan. Wisata agro tersebut memberi sensasi yang tidak bisa ditemukan di mall-mall.

Bagaimana dengan Batam? kota yang terkenal dengan julukan kota industri. Jika anda ingin merasakan sensasi wisata agro seperti di dua kota dingin tersebut, Batam juga punya wisata agro buah naga di jembatan empat Barelang. Di sana anda akan menemui kebun-kebun buah naga yang menghampar dengan rapi.

Selain bisa langsung merasakan segarnya jus buah naga, wisatawan bisa juga memetik langsung dari pohonnya.”Kalau mau memetik langsung dari pohonnya harus pesan dulu sebelum hari Jumat,  karena setiap Jumat kami panen untuk persediaan hari Sabtu dan Minggu ” ujar Sani Sembiring, salah satu pemilik kebun buah naga.

“Sabtu dan Minggu banyak rombongan wisatawan yang datang ke sini,” imbuh Sani. Jembatan Barelang bukan satu-satunya obyek wisata yang menghubungkan Batam-Rempang dan Galang itu. Dari Jembatan I hingga ke Jembatan VI di ujung Pulau Galang, pemandangannya yang relatif masih hijau dan segar. Di sepanjang jalan sudah berdiri sejumlah kelong dan restoran yang menawarkan berbagai macam seafood yang segar, pantai yang masih alami, termasuk wisata agro buah naga yang menarik.

Rabu, (22/6) siang lalu, kebun buah naga milik Sani dikunjungi rombongan wisatawan asing maupun domestik. Kedatangan mereka sengaja ingin melihat kebun buah naga dari dekat, selain ingin merasakan langsung jus buah naga di kafe Naga Zore Juice House yang berdekatan dengan kebun buah naga.

Dua puluh orang wisatawan dari Malaysia satu-persatu menuruni bus wisata yang mereka tumpangi di depan cafe Naga Zore Juice House. Meskipun cuaca siang itu kurang bersahabat, ekspresi wisatawan berwajah oriental itu tampak sumringah ketika melemparkan pandangannya kearah perkebunan buah naga. Kebun seluas 3,5 hektar yang landai itu berlatar belakang laut yang membiru. “Wah..bagus sekali pemandangannya,” ucap Kwa Ali, 57, salah satu rombongan wisatawan negeri jiran itu.

Mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk berfoto ria dengan latar belakang kebun buah naga dan panorama laut yang biru itu sembari memesan jus dan buah naga. Rupanya mereka juga ingin makan buah naga yang segar dan mengupasnya sendiri. Jus berwarna jingga itu mereka seruput dari gelas plastik, buahnya mereka iris sendiri.


“Jusnya enak dan segar, buahnya juga manis” komentar Kwa Ali.

“Mereka senang sekali diajak berwisata ke sini, ini kunjungan pertama kalinya,” ujar Fendi, 30, pemandu wisata dari 888 Fajar Tour & Travel.

“Mereka ke sini juga ingin tahu bagaimana cara menanam buah naga,” kata Fendi. Wisatawan yang rata-rata sudah berusia lanjut itu tampak menikmati sekali panoramanya dari kursi-kursi kayu yang unik sambil menikmati jus dan buah naga. Kafe itu memang didesain tanpa sekat sehingga tamu yang duduk bisa menikmati langsung pemandangan kebun buah naga yang hijau dan panorama laut yang biru.

Buah naga dipercaya mempunyai banyak khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan manusia diantaranya sebagai penyeimbang kadar gula darah, pelindung kesehatan mulut, pencegah kanker usus, mengurangi kolesterol, pencegah pendarahan dan mengobati keluhan keputihan.

Sementara itu, satu rombongan keluarga dari Makassar langsung menyantap makan siangnya yang mereka bawa begitu turun dari mobil kijangnya. Tak lupa mereka pesan jus buah naga.”Kami sengaja datang ke sini setelah penasaran dengan berita di tv dan berita-berita di internet. Ternyata panoramana di sini lebih indah dari berita di tv dan internet itu,” ungkap Mangasa, 40, senang mewakili keluarganya.

Karyawan PT Inco, sebuah perusahaan pertambangan nikel di Sulawesi Selatan ini berlibur bersama istri, adik, dan ke tiga anaknya yang sedang liburan sekolah.”Luar biasa..jarang-jarang ada kebun dengan panorama laut seperti ini,” ucapnya. Pria yang juga penyelam ini menyayangkan wisata agro yang teletak di pinggir jalan utama ini yang kurang promosi.”Sayang, ini potensi yang luar biasa tapi kurang sentuhan,” tukasnya.

Keluarga Mangasa dari Makassar.

Tak berselang lama, sebuah bus pariwasata juga datang ke perkebunan buah naga ini. Puluhan orang di dalamnya langsung turun menuju kafe Naga Zore Juice House. Mereka tak langsung memesan makan dan minum dulu, tapi langsung mengeluarkan kamera masing-masing mengabadikan panorama yang mungkin bagi mereka baru. Gerimis yang turun tidak menghalangi mereka untuk berfoto ria dengan latar belakang kebun buah naga dan panorama laut yang biru.***

Rombongan wisatawan dari Kuala Lumpur, Malaysia.

Jangan biasa-biasa saja

Wisata agro buah naga memang termasuk baru di Batam. Meskipun terbilang relatif baru dibanding wisata Jembatan I atau Jembatan Raja Fisabilillah (tapi lebih familiar disebut dengan Jembatan Barelang), wisata agro buah naga seusah banyak dikunjungi wisatawan. Baik wisatawan domestik maupun wisatwan mancanegara.

Kebun buah naga yang ada di wilayah ini seluas 105 hektar, dikelola 36 petani. Tersebar di beberapa lokasi. Meskipun terbilang baru, buah naga Batam sudah disukai beberapa orang di sejumlah kota di Indonesia.”Kami sudah menyuplai bibit buah naga ke sejumlah kota di Indonesia, seperti Aceh, Palembang, dan Medan,” ungkap Sani Sembiring, Rabu (22/6) lalu via ponselnya.

Buah naga yang awalnya diimport dari Malaysia ini, rupanya berkembang bagus di Batam. Petani  ini bisa panen dua sampai empat kali sebulan. sebuah potensi yang menjanjikan. Petani buah naga bukannya tidak mendapat kendala dalam merawat buah yang buruk rupa namun menawan setelah dibelah itu. Beberapa waktu yang lalu penyakit busuk batang menyerang, membuat sejumlah petani kebingungan mengantisipasinya.”Dari 105 hektar yang ada, kini tinggal 20 hektar saja yang masih sehat. Kami sangat khawatir dengan penyakit ini, karena tidak semua petani tahu cara menanggulanginya,” keluh Sani.

Perkebunan buah naga bukan satu-satunya objek wisata di lahan milik Sani, di lembahnya ada ternak ikan lele.”Ke depannya saya ingin membuat wisata agro terpadu, di mana pengunjung selain bisa menikmati buah naga dan panoramanya, mereka juga bisa menikmati tanaman obat dan sayur-mayur, serta ikan lele segar,” kata mantan pilot SMAC, perintis bandara Matak di Anambas dan Bandara Natuna ini.

“Kami juga ingin mengajak masyarakat sekitar untuk memberdayakan potensi ini, mengelola souvenir dan budidaya ikan, masak ikon Batam (Jembatan Barelang) tidak ada apa-apanya,” tukas pilot yang kini beralih ke usaha kapal kargo Batam – Singapura ini.

“Pokoknya something different, jangan biasa-biasa aja,”pungkasnya. (esont)

~ oleh esont pada Juli 3, 2010.

Satu Tanggapan to “Memburu Tuah Buah Naga”

  1. info tentang buah naga di SIHAT SELALUKhasiat Buah Naga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: