Geliat Wisata Agro Di Nongsa

Agus Nursidik, 41, meninjau balai benih Taman Polmas Seligi Sakti.

Lahan tidur seluas 2,5 hektar di belakang komplek Mapolda Kepri kini tidak lagi berupa hamparan tanah merah yang keras. Lahan itu kini disulap menjadi lokasi Balai Benih Air tawar yang diberi nama Taman Polmas Seligi Sakti. Beragam jenis ikan air tawar, seperti ikan nila,  ikan mas, ikan koi, dan ikan lele menjadi penghuni sembilan kolam besar yang membentang dari timur ke barat yang berlokasi di Jalan Hang Jebat, Nongsa ini.

Cuaca yang tak menentu Selasa, (29/6) siang lalu, tampak empat orang pengelola balai benih air tawar Taman Polmas seligi Sakti sedang duduk bercengkrama di kursi yang terbuat dari ban bekas di lokasi penetasan telur ribuan ikan lele. Di atas mereka terpampang tulisan”Padamu Negeri Kami Berbakti”. Mereka sedang serius membicarakan solusi mengatasi kebutuhan ikan lele lokal secara mandiri.”Ini bukan hanya masalah ketahanan pangan belaka tapi lebih kepada jati diri negara kita, yakni negara agraris,” tukas Hendrik Leo, pimpinan balai benih tersebut.

Pria berkacamata ini menceritakan hal ihwal permasalahan yang dihadapi peternak ikan lele lokal yang terancam oleh serbuan lele impor dari Malaysia. Hilangnya ikan lele di pasaran beberapa waktu yang lalu telah menyadarkan sejumlah peternak ikan air tawar Batam.

Murahnya harga ikan berkumis dari negeri jiran telah memukul muka para peternak lele lokal. Tidak hanya kalah soal harga, lelel lokal juga sulit bersaing soal kualitas.”Sebenarnya kita bisa bersaing tapi untuk sekarang kita terkendala dengan modal pakan yang tinggi dan bibit yang berkualitas,” terang pria berkaca mata ini.

“Kita akan terus mencari jalan keluarnya, malu kalau terus tergantung dengan negara lain,” ujar Agus Nursidik, 41, petugas lapangan Balai Benih Air tawar Taman Polmas Seligi Sakti yang duduk di sebelah Hendrik Leo.

“Sekarang kami sudah mengembangkan budidaya lele super jenis sangkuriang,” kata Agus.

Lele sangkuriang merupakan perbaikan genetik melalui silang balik antara induk betina lele dumbo generasi kedua dan jantan lele dumbo generasi keenam yang dikembangkan di Tanah Pasundan, jawa Barat.

Ribuan telur dan bibit lele sangkuriang itu ditampung di dua puluh kolam penetasan yang dibuat dari semen dan beratap. Beberapa kolam seluas 3×5 meter tersebut ada yang berisi telur dan beberapa kolam lainnya berisi bibit lele. Bibit lele sebesar Kecebong (anak kodok) itu tampak mengerumuni cacing sutera yang berwarna oranje.

“Ke depannya kami juga ingin mengembangkan lele phyton dari Jawa Timur,” ujar Hendrik.

Balai benih air tawar pertama di Kepri ini juga mengembangkan kolam pancing untuk umum. Dari sembilam kolam yang ada, satu kolam yang paling luas berada di tengah-tengah lokasi,  “Luasnya 4000 meter persegi, yang lainnya 200 sampai 400 meter persegi,” ungkap Agus.

Tiga buah gazebo sudah dibuat dan diletakkan di sekitar kolam itu sebagai fasilitas bagi pengunjung yang akan mancing di sini. “Nantinya di sini juga akan dilengkapi dengan rumah makan. Selain mancing, ikannya bisa langsung dimasak di sini,” ucap Hendrik yang terus menemani kami melihat dari dekat kolam-kolam itu.***

Hendrik Leo,  54, menabur palet.

Potensi agro wisata yang menarik

Sekitar lokasi balai benih itu pohon-pohon masih tumbuh rindang dan hijau. Memberi nuansa yang sejuk dan nuansa alami. Dua sumber mata air di sisi barat dan sisi timur mengalir tanpa henti. Potensi alam yang potensial. Selain memberi kesejukan juga menopang kebutuhan air balai benih Taman Polmas Seligi Sakti.

Selain lahan yang dibiarkan hijau tersebut, sayur mayur yang ditanam di atas lahan seluas satu hektar lahan sebelah kiri jalan sisi barat juga menyumbang keasrian tanah merah tersebut.

Tak hanya itu, balai benih yang baru diresmikan Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri, jumat (25/6) lalu ini, juga ditanami beberapa jenis tanaman buah. Nanas ditanam di lahan sebelah kiri jalan di sisi barat, sedangkan  buah lainnya seperti pohon mangga, belimbing, jambu biji, dan nangka di tanam di lahan seluas setengah hektar di sebelah kanannya.

Beragam jenis tanaman hias juga sudah ditanam di sejumlah titik dan di pinggir jalan yang belum diaspal. “Nantinya lokasi ini akan jadi lokasi agro wisata yang menarik,” ungkap Hendrik optimis. (esont)

Galeri Foto :

Bibit lele sangkuriang makan cacing sutera.
Induk lele sangkuriang.
Salah satu kolam ikan mas.
Cengkrama santai pengurus BBAT Taman Polmas Seligi Sakti.  By esont.

~ oleh esont pada Juli 9, 2010.

2 Tanggapan to “Geliat Wisata Agro Di Nongsa”

  1. mantap pisan, smoga terus berkembang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: