Mancing Di Golden Fishing

Muhammad Nasir Nur, 56, mengangkat tangkapannya.

Belum lama Muhammad Nasir Nur, 56, menurunkan kailnya di kolam pemancingan Golden Fishing, Bengkong, ikan timah sedang sudah terkait di kailnya. Nasir segera memasang umpannya kembali  setelah meletakkan ikan tangkapannya ke dalam ember.

Tak perlu menunggu lama, kail yang baru diturunkannya langsung tegang dan bergetar, tanda umpannya sudah dimakan ikan.  Setelah tarik ulur, tampaklah ikan bandeng ukuran besar menggelepar di ujung kailnya.

”Senang, di sini banyak ikannya. Daripada mancing ke laut belum tentu dapat,” ujar pensiunan  Bandara Hang Nadim ini lantas tertawa, awal pekan lalu.

Pria yang akrab disapa Nasir ini, pernah mendapat tangkapan besar ketika awal-awal mancing di Golden Fishing, dua bulan lalu.”Tak percaya, ikan bawal seberat tujuh kilo yang nyangkut,” ucapnya.
”Biasanya saya bawa anak dan istri ke sini, lumayan bisa refreshing sama keluarga, tapi hari ini saya datang sendiri karena istri saya sedang ada keperluan. Pulangnya selalu bawa ikan banyak. Kadang tiga kilo, kalau lagi mujur bisa sampai lima kilo,”imbuh warga Perumahan Rajawali, Nongsa ini.
Area kolam pemancingan yang dikelola oleh Restoran Life Seafood Golden Prawn ini merupakan fasilitas Hotel Golden View.

Dengan luas satu hektare, cukup nyaman untuk mancing dengan pohon angsana dan pohon kelapa yang berjejer di pinggir kolam dan lingkungan sekitarnya. Cukup teduh dan tenang. Kolam pemancingannya pun dibagi dua, yakni kolam air asin dan kolam air tawar.
Jenis ikan yang ada di dua kolam tersebut juga beragam, dari ikan bawal, timah, patin, mas, nila, bandeng, kakap, hingga ikan kerapu. Beratnya pun beragam, dari yang ukuran kecil hingga yang jumbo. Sampai-sampai pengunjungnya tak percaya ketika mendapat tangkapan di luar dugaannya. ”Seperti Pak Nasir itu, tak percaya dengan tangkapannya. Saking beratnya ikan yang nyangkut di pancingnya. Dikira buaya yang makan umpannya padahal itu ikan bawal besar,” cerita Ayang, 48, Manajer Operasional Restoran Life Seafood Golden Prawn ketika menemani melihat area kolam pemancingan yang berada pas di belakang restoran seafood terkenal itu.
Di tiap kolam disediakan puluhan tempat duduk dan pipa tempat menyimpan pancing agar pemancing bisa lebih santai dan nyaman. Bahkan disediakan juga pelantar mini agar pemancing bisa menjangkau lebih ke tengah kolam.
Jam operasinal kolam pancing Golden Fishing buka mulai dari pukul 09.00 WIB dan tutup hingga pukul 24.00 WIB.

Bagi pengunjung yang tidak membawa pancing jangan khawatir, karena pengelola menyediakan pancing. Hanya Rp5 ribu per jamnya, sedangkan tiket pancing Rp30 ribu per tiga jam.”Kami beri bonus hingga lima jam, sewa pancing juga cincai-cincai ajalah,” ujar ayang.

Sebagai fasilitas hotel, Golden Fishing cukup nyaman. Terutama bagi tamu hotel yang hobi mancing, selain banyak ikannya, lokasinya pun tak jauh dari Hotel Golden View. Cukup berjalan kaki saja. ”Tidak hanya penghobi mancing saja yang suka berkunjung ke sini, pagi-pagi, tamu hotel banyak juga yang datang sekadar jalan-jalan di area pemancingan ini. Turis Korea yang paling banyak, mereka suka dengan suasana seperti di sini,” Ayang menambahkan.

Meskipun fasilitas hotel, Golden Fishing juga terbuka untuk umum. Di akhir pekan Golden Fishing penuh dengan penghobi mancing.”Yang datang banyak rombongan, pejabat pun banyak yang  mancing di sini,” kata Afrizal, 24, karyawan Golden Fishing.

Golden Fishing juga dilengkapi dua gazebo, fasilitas tambahan untuk tamu hotel atau pengunjung yang sekadar ingin bersantai bersama keluarga atau rekan-rekannya.

”Terserah pengunjung mau pilih mancing yang mana, Kalau mancing di kolam air asin, ikan tangkapannya harus ditimbang karena ikan laut tidak akan bertahan lama kalau sudah kena pancing, sedangkan di kolam air tawar tidak wajib ditimbang. Pengunjung bisa melepas kembali, tapi kalau mau bawa pulang juga boleh tapi harus ditimbang dulu,” sambil tertawa, bos Restoran Life Seafood Golden Prawn, Abi,50, menjelaskan peraturan mancing di kolam mancingnya itu, Senin (6/12) siang, lalu di restorannya.***

Abi, 50, bos Golden Prawn.

Bisa langsung Dimasak
Berawal dari seringnya tamu Hotel Golden View yang bertanya di mana tempat memancing, akhirnya bos Restoran life seafood Golden Prawn dan Golden View, Abi, 50, melengkapi areal wisatanya dengan kolam pemancingan.

Kolam pemancingan ini menambah objek wisata yang telah ada sebelumnya, yakni Golden City, sebuah lokasi wisata yang luas dengan beragam permainan dan olah raga untuk semua umur.

”Dulu tamu saya sering tanya tempat mancing, ya paling kami antar ke jembatan (Jembatan Barelang). Banyak dari mereka yang komplain karena terlalu jauh. Dari itulah timbul ide bikin kolam pancing di sini,” sambil menyeruput teh di Restoran life seafood Golden Prawn, Abi mengungkapkan ide awal pembuaan kolam pancingnya itu.

”Pada prinsipnya, saya ingin wisatawan yang datang ke sini senang dan tidak bosan. Mancing bisa jadi alternatif  hiburan, kalau kurang suka permainan seperti gokart, banana boat, flying fox atau yang lainnya,” imbuhnya.
Bagi pengunjung Golden Fishing yang ingin langsung menikmati hasil tangkapannya tidak perlu khawatir, karena pengelola juga melayaninya.

”Kalau ada yang ingin langsung dimasakin kami layani, kan bisa jadi oleh-oleh buat orang di rumah,” kata Ayang, 48, Manajer Operasional Restoran Life Seafood Golden Prawn.

Penghobi mancing, siapkan kail. Ikan-ikan di Golden Fishing menunggu digoda umpan anda. (esont)

~ oleh esont pada Desember 13, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: