Setelah Teori Langsung Praktik

ImagePeserta pelatihan jurnalistik foto bersama Kepala Sekolah SIS Yaya Sutarya (tengah) dan narasumber M Iqbal dan Yusuf Hidayat, Kamis (17/10) di Gedung SIS di 20A Siglap Road, Singapura 455859.

Pelatihan Jurnalistik di Sekolah Indonesia Singapura
 
SINGAPURA (BP) – Sebanyak 80 pelajar Indonesia di Singapura mengikuti pelatihan jurnalistik di ruang serba guna Sekolah Indonesia Singapura (SIS) yang beralamat di 20A Siglap Road, Singapura 455859, Kamis (17/10).
Pelatihan yang diselenggarakan Komunitas Jurnalistik SIS kali ini mengundang dua jurnalis dari Harian Batam Pos, yakni Muhammad Iqbal dan Yusuf Hidayat.
Muhammad Iqbal memberikan materi cara menulis karya jurnalistik yang baik dan benar. Selain membeberkan rumus menulis menurut kaidah jurnalistik, Iqbal menekankan kepada peserta tentang pentingnya menghidupkan budaya menulis dan mendorong peserta rajin membaca buku.
“Kalau ingin jadi penulis yang handal, biasakan menulis mulai sekarang. Kunci sukses menulis itu ya menulis. Temanya bisa apa saja, yang mudah bagi kalian saja. Misalnya tentang kejadian hari ini, atau kisah perjalanan bersama keluarga,” ujar pria berkaca mata ini.


Menulis, lanjut Iqbal, tanpa diimbangi dengan banyak membaca akan hambar karena tulisannya akan “kering”.
Peserta putra-putri staf KBRI, BUMN dan pekerja swasta di Singapura ini merupakan pelajar tingkat SMP dan SMA. Mereka tampak antusias menyimak materi yang disampaikan Iqbal. Namun suasana pelatihan berjalan cair. Peserta pun antusias bertanya.
“Pak, kenapa media tidak menulis secara detail jika memberitakan tentang konflik?” tanya Rana, salah satu peserta. “Media punya tanggung jawab untuk meredakan konflik. Misalnya konflik antaretnis, tidak semua peristiwa yang kita dapat di lapangan kami sajikan karena bisa berbahaya,” jawab Iqbal.
Iqbal juga menyarankan kepada peserta sebelum meliput agar menyusun perencanaan terlebih dahulu, baik tema, topik, hingga menentukan narasumber beserta pertanyaan yang akan diajukan. “Tujuannya supaya peliputannya tetap fokus,” katanya. 
Sesi kedua diisi oleh Yusuf Hidayat setelah jeda 20 menit. Materi yang disampaikan Yusuf adalah fotografi jurnalistik. Fotografer yang juga redaktur Batam Pos ini memaparkan kriteria foto jurnalistik. Foto jurnalistik, kata Yusuf, punya kriteria, di antaranya harus aktual, faktual, informatif, misi, impact atau pengaruh, dan atraktif.
“Foto jurnalistik harus sesuai fakta, nggak boleh direkayasa karena foto jurnalistik tidak boleh membohongi publik. Misalnya merekayasa kecelakaan lalu lintas karena si fotografer belum punya foto untuk disetor ke kantornya sehingga ia menyuruh temannya pura-pura terjatuh dan badannya dilumuri darah palsu,” tuturnya. 
Sama dengan di sesi pertama, materi foto jurnalistik juga antusias diikuti peserta dan banyak yang bertanya. “Gimana kalau misalnya fotografer menjumpai orang yang kecelakaan, apakah harus menolong dulu atau membiarkannya dan memfotonya?” tanya Atena, siswi SMP SIS.
“Kalau fotografer ya harus motret dulu, baru menolong. Karena dengan foto si fotografer bisa mengabarkan kepada publik kejadian detailnya dan dengan foto itu mungkin bisa dijadikan alat bukti jika peristiwa itu bersangkutan dengan hukum,” tutur Yusuf.    
 Setelah mengikuti dua sesi tersebut, peserta yang dibagi menjadi lima kelompok itu mengikuti simulasi atau praktik membuat mading (majalah dinding). Simulasi ini sekaligus dilombakan. Dua pembicara juga didapuk menjadi jurinya.
Para peserta menggarap serius mading yang akan mereka lombakan. Mereka beradu kreativitas. Dengan durasi waktu yang tersedia sekitar satu jam, para pelajar asal Indonesia itu mampu menghasilkan karya-karya yang menarik. 
Komunitas Jurnalistik SIS, yang menggelar pelatihan ini, disebut tim Pers Mutiara Bangsa. Tim ini dikelola 14 pelajar SMA. Mereka menerbitkan majalah cetak dan digital sebagai wadah untuk menerbitkan karya-karya mereka.
 “Liputan-liputan kami diterbitkan di e-Magazine (Majalah online) dan setiap satu tahun sekali kami terbitkan dalam bentuk cetak,” kata Dio Vialli, ketua Tim Pers Mutiara Bangsa, sembari menunjukkan contoh majalah cetaknya.
Majalah dengan 80 halaman itu merupakan terbitan ketiga, mayoritas berisi seputar kegiatan pelajar Sekolah Indonesia Singapura dan kegiatan di  Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di singapura.
Desain dan isi majalah sangat menarik. Tampilannya makin enak dilihat karena dicetak menggunakan kertas berkualitas tinggi. Hebatnya lagi, untuk menerbitkan majalah tersebut, para pelajar SIS tidak mengeluarkan dana dari kantong sendiri maupun sekolah. Mereka berhasil merangkul sejumlah sponsor, terutama BUMN besar seperti Garuda Indonesia dan BNI.
“Kami ingin majalah ini minimal terbit tiap enam bulan. Kami kini sedang mencari sponsor perusahaan-perusahaan besar Indonesia yang punya kantor di Singapura,” ujar Dio.
Selain menerbitkan majalah, tim wartawan pelajar ini juga aktif mengadakan kegiatan seperti lomba fotografi. Maret lalu, acara yang digawangi OSIS SIS menyelenggarakan lomba fotografi yang  diberi nama SIStography Photo Competition. Acara dimulai dengan street  photography dan hasil jepretan fotografer pemula ini dilombakan dan diberi hadiah.
Di hari yang sama, Kamis (17/10), di ruangan yang berbeda guru-guru SIS mengikuti pelatihan kurikulum 2013 dengan menghadirkan Herry Widiantono, Penanggungjawab Pusat Kurikulum dan Buku Kemendikbud. (esont)   

Galeri Foto :

ImageM Iqbal memaparkan materi cara membuat tulisan jurnalistik.

ImageYusuf Hidayat memaparkan materi foto jurnalistik.

ImageKepsek SIS Yaya Sutarya dan M Iqbal.

ImagePeserta antusias bertanya.

ImageSerius tapi santai membuat majalan dinding secara berkelompok.

ImagePak Yaya mengumumkan pemenang majalah dinding, tapi kata Pak Yaya, “semua peserta menang”.

ImagePak Yaya dan Herry Widiantono, Penanggungjawab Pusat Kurikulum dan Buku Kemendikbud serta guru-guru lainnya istirahat dan makan siang.*** (esont)

~ oleh esont pada Oktober 27, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: