Setelah Beringin Pecah di Dalam Tubuh

Stroke bisa menyerang tiba-tiba.

Stroke bisa menyerang tiba-tiba.

Stroke bisa menyerang siapa saja. Penyakit yang dulu identik dengan orang tua itu, kini juga menyeret anak-anak muda. Menjaga pola hidup sehat kunci utama terhindar dari stroke.

YUSUF HIDAYAT

Gerimis tak kunjung reda, Jumat pagi 29 November 2013 lalu. “Jonaceh … Ayu sudah nungguin nih..!” begitu bunyi alarm Samsung milik Poniman Sipahutar, membangunkan tuannya.

Jarum jam sudah menunjuk angka 06.30 WIB. Dengan rasa berat, Poniman, karyawan perusahaan swasta di Batam, harus bangun karena mesti mengantar buah hatinya, Gilbert, 7, berangkat sekolah. Setelah menyiapkan segala sesuatunya, Poniman segera membonceng Gilbert dengan sepeda motor menuju SDN 018 Sagulung.

Lima belas menit kemudian, Poniman sudah sampai lagi di rumahnya di Perumahan Citra Laguna, Tembesi, Blok C4/8, Sagulung. Pria 38 tahun itu langsung sarapan dan merebahkan badan lagi yang terasa masih letih, karena baru bisa istirahat pukul 03.00 WIB. Sekitar pukul 08.30 WIB Poniman harus bangun lagi karena harus mengantar anak keduanya, Kristin, 8,5, berangkat sekolah.

 

Gerimis belum juga reda. Begitu sampai di rumah, Poniman segera tidur kembali, seperti ingin membayar waktu istirahatnya yang dirasa tak cukup.

Pukul 11.00 WIB, alarm telepon selulernya berbunyi kembali, tanda dia harus bangun dan menjemput buah hatinya pulang sekolah. Namun, tiba-tiba kaki kirinya kesemutan hebat. Dengan memaksakan diri, Poniman segera bangun dan tak mempedulikan rasa sakit di kakinya itu.

Cuaca mulai cerah, gerimis pun berhenti, Gilbert sudah dijemputnya. Namun kesemutan di kaki kiri Poniman semakin menjadi, bahkan sedikit demi sedikit mulai menjalar ke perut, tangan, muka, dan kepalanya. “Anggota badan sebelah kiri kebas semua, megang gelas saja gak kuat,” kata Poniman, Selasa (14/1) lalu.

Dia mengira hanya kesemutan biasa. “Saya pikir karena salah posisi tidur saja.” Karena penasaran dengan kesemutan itu, sore harinya, Poniman minta diantar iparnya, Ricardo, pergi ke klinik Harapan Kita, Batuaji. Ia sudah tak kuat lagi mengendara sepeda motor sendirian. “Kata dokternya saya kena gejala stroke ringan,” ucap Poniman.

Dokter membekalinya obat untuk dua hari saja. “Minggu pagi saya minta rujukan ke RS Awal Bros,” lanjutnya.

Begitu tiba di ruang emergency Awal Bros, dokter menyarankan untuk di-CT scan. “Sore harinya hasilnya sudah keluar. Hasilnya negatif, gak ada pembuluh darah yang pecah,” ungkapnya.

Setelah itu, Poniman langsung ditempatkan di ruang hight care unit. Karena hasilnya negatif, Selasa pagi, dokter kembali menyarankan untuk cek darah. Hasilnya juga negatif. “Semua kondisi normal, dari diabetes, kolesterol, hingga tekanan darah normal,” beber pria berkacamata ini.

Karena semua hasil pengecekan normal, Selasa sore itu, Poniman dipindah ke ruang perawatan biasa. “Selama dirawat saya tetap diinfus dan dikasih obat pengencer darah dan perangsang otak,” ungkapnya.

Kamis pagi infus dilepas, rasa kesemutan belum hilang dari anggota tubuh sebelah kirinya.

Pertanyaan apa penyebab sakit yang dideritanya belum dijawab dokter yang merawatnya. “Semua dokter yang saya tanya, memang menjawab saya kena gejala stroke ringan. Namun yang ingin saya tahu adalah penyebabnya apa,” tuturnya.

“Karena tak ada jawaban yang memuaskan saya, Jumat sore saya minta pulang meskipun agak tertatih kalau berjalan.”

Kini, kondisi Poniman berangsur membaik, kekuatan kembali pulih. Kalau sebelumnya pegang gelas saja tak mampu, kini sudah bisa. Bahkan mengangkat galon berisi air penuh dengan satu tangan dia mampu. “Kalau dipersenkan, kekuatanku sudah pulih sekitar 80 persen,” paparnya.

Setelah pulang dari rumah sakit, lanjutnya, ia rajin terapi bekam kering dan urut. “Selain itu, sekarang saya juga rajin olahraga ringan. Dari angkat barbel, sit up, push up, dan setiap pagi jalan tanpa alas kaki keliling kompleks,” katanya lagi sembari tersenyum.

Diakui Poniman, selama ini ia jarang berolahraga. “Gimana mau olahraga pagi, kerjaku malam dan pulangnya sekitar jam dua pagi,” ujar pria dengan tinggi 163 cm dan berbobot 74 kg ini.

Sekarang Poniman sudah beraktivitas kembali seperti semula. “Sebenarnya rasa kesemutan itu masih ada namun sedikit,” katanya.

Pecahnya Pembuluh Darah

Menurut dokter spesialis bedah saraf Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) dr. R. Hadi Sirwandanu, SpBS, sakit yang diderita Poniman Sipahutar memang gejala stroke ringan.

Gejala kelemahan otot sebelah dari sisi tubuh (hemiparesis), lanjut Hadi, bisa disebabkan oleh dua hal, yakni pecahnya pembuluh darah di otak (hemmorrhagic) dan penyumbatan pembuluh darah di otak (ischemic). Apa yang membedakan dari keduanya? “Keduanya reaksinya sama, tergantung dari pembuluh darah mana yang terlibat,” jelasnya.

Hadi mengumpamakan pembuluh darah di otak seperti pohon beringin, yang punya batang, dahan, dan ranting. Jika pembuluh darah di batangnya yang pecah atau tersumbat, mulai dari dahan, ranting, dan daunnya akan rontok semua. Artinya bisa menyebabkan kematian.

Namun jika bagian dahannya yang kena, lanjutnya, yang rontok hanya sebagian dan lebih ringan. “Biasanya akan menyebabkan kelumpuhan, badan mati separuh, dan mulut pasien menyot,” ungkap dokter ramah senyum ini.

Dan jika bagian ranting yang pecah dan tersumbat pembuluh darahnya, hanya menyebabkan kesemutan.

Apa yang menyebabkan serangan stroke? “Penyakit jantung, hipertensi, diabetes, jarang berolahraga, rokok, dan alkohol adalah penyebabnya. Namun, 80 persen penyebab stroke paling banyak disebabkan hipertensi,” Hadi menjelaskan.

Namun, kata Hadi, ada faktor lain di luar yang telah disebutkan di atas, yakni kelainan pembuluh darah otak. Menurutnya, kelainan pembuluh darah merupakan bawaan dari lahir yang menyebabkan penyempitan dan kerusakan pada dinding otak. “Kelainan pembuluh darah itu gak bisa dideteksi dengan CT scan, harus diperiksa lebih mendalam,” ujarnya.

Apakah stroke bisa disembuhkan? “Tergantung grade-nya. Kalau masih di ranting, fungsinya masih bisa dikembalikan,” jawabnya.

Namun kalau sudah parah, lanjutnya, sulit untuk mengembalikan fungsinya seperti sedia kala. “Secara teori jika empat menit saja otak tidak dialiri O2 (oksigen) si pasien bisa mati,” katanya.

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, menyebutkan stroke itu bisa dihindari, yakni dengan membiasakan pola hidup sehat. Seperti rajin olah raga, makan makanan dan minum minuman yang sehat. “Kalau bisa hindari rokok dan alkohol,” tukasnya.

Lalu bagaimana pencegahan bagi orang yang berisiko? “Rajinlah kontrol ke dokter terkait, seperti cek tekanan darah, kadar gula, fungsi saraf, dan asupan gizi,” tuturnya.

Dikatakan Hadi, jika sudah di level yang sudah parah, tindakan operasi perlu dilakukan. “Tujuannya life saving (menyelamat nyawa) dan function of saving (menyelamatkan fungsi gerak),” paparnya.***

dr. R. Hadi Sirwandanu, SpBS

dr. R. Hadi Sirwandanu, SpBS

Stroke Itu Apa?

Menurut dr. R. Hadi Sirwandanu, SpBS, definisi stroke adalah gangguan pembuluh darah otak yang tiba-tiba dan mengganggu fungsi tubuh.

“Kalau kata stroke sendiri artinya pukulan yang tiba-tiba atau mendadak,” katanya.

Penyakit stroke bisa menyerang siapa saja, laki-laki-perempuan, tua-muda. “Pasien saya termuda usianya 26 tahun, yang paling tua 85 tahun,” ungkapnya.

Pemberian obat pada pasien yang terserang stroke, kata hadi, hanya mencegah agar daerah yang sakit tidak melebar. “Kalau tidak diobati darah yang pecah di otak bisa menjadi toksin (racun, red) yang bisa memperarah si pasien.”

Sedangkan tindakan dioperasi, lanjut Hadi, adalah menyedot darah itu.

Maka dari itu, saran Hadi, mencegah itu lebih baik. “Hindari pola hidup yang tidak sehat sebelum diserang stroke,” katanya. (yusuf hidayat)

“Tulisan ini pernah diterbitkan di majalah.batampos.co.id dan Harian Batam Pos (yang biasanya diterbitkan setiap hari Selasa).”

~ oleh esont pada Agustus 16, 2014.

3 Tanggapan to “Setelah Beringin Pecah di Dalam Tubuh”

  1. Ini Kang Ucup yang nulis ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: