Sayatan yang Menyembuhkan

Bekam bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Hasan sedang membekam anak-anak.

Bekam bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Hasan sedang membekam anak-anak.

Bekam dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti stroke, alergi, asma, diabetes, ginjal, dan sebagainya.
Yusuf Hidayat
Panggilan muadzin bagi umat Islam untuk salat Subuh dari masjid baru saja usai, Senin (23/6) lalu. Sumiati terbangun dan ingin bergegas ke kamar mandi untuk berwudu. Namun badan sebelah kirinya tiba-tiba terasa lemas dan tak bisa digerakkan. Bicaranya pun menjadi celat. Itu tidak seperti biasanya bagi perempuan yang lincah ini walaupun usianya sudah mencapai 53 tahun.

Akhirnya dia minta bantuan suaminya agar membopongnya ke kamar mandi untuk wudu. Hari itu ia tidak terlalu ambil pusing dengan sakitnya. Besoknya ketika ia dibopong ke kamar mandi, Sumiati terjatuh. Lututnya berdarah. “Badan saya terasa berat sekali saat itu, mungkin karena separuh badan lumpuh,” Sumiati menceritakan awal sakitnya dengan bicara yang tak celat lagi, Kamis (10/7).

Hari itu Sumiati mulai panik dengan sakitnya. Begitu juga suaminya. Hari itu juga ibu tiga anak itu segera dibawa ke dokter terdekat. Setelah diperiksa, dokter umum yang pertama menanganinya tahu kalau Sumiati kena stroke. Ia pun diberi obat dan diberi surat rujukan ke salah satu rumah sakit besar di Batam. Tak menunggu lama, Sumiati segera diantar ke rumah sakit rujukan dokter tersebut.

Setelah sampai di rumah sakit, Sumiati segera ditangani dokter saraf. Dokter menyarankan agar di-CT Scan terlebih dahulu untuk memastikan penyakitnya. “Namun saya yang takut di-scan, dan saya minta pulang,” ujar Sumiati.

Besoknya, suami Sumiati mencari informasi ke teman-temannya yang pernah kena stroke dan sembuh. Dan ia disarankan oleh temannya agar terapi bekam. Maka hari itu ia diantar suaminya ke ahli akupuntur yang juga praktek bekam La Hasan Tekka di Perumahan Taman Putri Indah B-44 Batam Centre. Turun dari mobil ia masih dibopong karena kakinya sebelah kiri masih lumpuh.

“Ibu Sumiati pertama datang, ngomongnya bersemangat meskipun celat. Dan setelah diperiksa tekanan darahnya 158/80, maka saya berani untuk membekamnya,” kata Hasan, 48.

La Hasan Tekka

La Hasan Tekka

Hasan mempersilakan Sumiati agar ke ruang tindakan. Dengan posisi tengkurap, sembilan titik di bagian punggungnya segera dibekam dengan mangkok-mangkok plastik kecil transparan yang bagian atasnya disedot dengan alat penghisap. Alhasil, bagian dalam kulit yang dibekam itupun tertarik ke atas dan berbentuk cembung memerah. Beberapa menit kemudian Hasan melepaskan mangkok-mangkok kecil itu satu per satu. Kulit yang mencembung itu ia iris tipis-tipis dengan pisau tajam dan segera membekamnya kembali.

Sedikit demi sedikit darah mulai keluar dari celah irisan pisau tersebut. Dengan telaten satu per satu mangkok yang telah berisi banyak darah itu Hasan buang. Ia lakukan beberapa kali. “Yang dikeluarkan itu adalah darah kotor yang berada di bawah kulit,” jelas Hasan.

Tak hanya di sembilan titik di bagian punggung, bagian atas kepala Suamiati juga dibekam. “Karena bu Sumiati sakitnya stroke maka kepala bagian atasnya perlu dibekam juga untuk merangsang saraf di otak,” jelas Hasan.

Bekam bagi orang yang terkena stroke dan penyakit-penyakit tertentu, kata Hasan, darah kotornya perlu dikeluarkan lebih banyak dibanding orang yang berbekam untuk menjaga kesehatan.

Bekam hari pertama Suamiati belum terlihat langsung hasilnya. Ia masih dibopong suaminya menuju mobil yang akan mengantarkannya pulang. Beberapa hari kemudian, Sumiati berbekam untuk kedua kalinya. “Hasil yang kedua saya sudah bisa duduk tapi ngomong masih celat,” ujar ibu murah senyum ini.

Setelah itu, otot-ototnya berangsur-angsur membaik. “Jari-jari sudah bisa digerakkan meskipun belum bisa pegang gelas.”

Ketiga kalinya, turun dari mobil Suamiati sudah tidak dibopong lagi. Ia berjalan sendiri ke ruang tindakan. “Alhamdulillah ada perubahan terus. Sekarang saya sudah bisa nyapu di rumah, bangun sendiri, makan sendiri, pokoknya selagi bisa saya kerjakan sendiri kecuali mandi karena tangan belum bisa menyentuh punggung kalau mau disabun, makanya saya minta bantu anak saya,” ucapnya sembari tersenyum.

Keluhan lainnya yang masih dirasakan Sumiati saat datang keempat kalinya adalah dadanya terasa sesak. “Saat mau gerakin tangan itu napas agak susah,” keluhnya.

Untuk melegakan napasnya, Hasan membekam dua titik di bagian dada Sumiati. “Titik xuanji dan titik zigong. Itu untuk melapaskan darah kotor yang ada di paru-paru sehingga napas jadi lega, namun bisa juga darah kotor dari jantung,” terang Hasan, Kamis (10/7).

Beda lagi dengan yang dialami Rabbaniah, 30. Ibu dua anak yang terkena stroke tiba-tiba ketika menjemur pakaian ini memutuskan diterapi bekam setelah empat hari empat malam dirawat di sebuah rumah sakit di Batam tidak ada perubahan yang berarti.

Tidak hanya tubuhnya sebelah kiri yang lumpuh tapi suaranya juga hilang. Kamis (10/7), untuk ketiga kalinya Rabbaniah dibopong bapaknya ke tempat praktek Hasan. “Perkembangannya setelah tiga kali dibekam, sekarang kakinya sudah bisa melangkah meskipun masih dibopong,” kata Norman, 60.

Bekam tidak asing bagi umat Islam di Indonesia dan Malaysia. Pengobatan yang dianjurkan oleh Rasulullah ini dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit yang dikenal umum, seperti stroke, alergi, asma, sakit punggung, kolesterol, penyakit hati, diabetes, ginjal, lever, vertigo, sakit dada, rematik, memperbaiki sirkulasi darah, dan penyakit lainnya.

Bekam memiliki banyak sebutan, misalnya kop dalam bahasa Jawa, hijamah (Arab), badkesh, buhang, kuyukaku, pa hou kuan, blood cupping therapy dalam bahasa Inggris, dan banyak lagi.

Dalam laman wikipedia, secara umum bekam adalah metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah statis yang mengandung toksin dari dalam tubuh manusia dengan cara melakukan pemvakuman di kulit dan dilanjutkan dengan pengeluaran darah dari kulit yang telah divakum sebelumnya.

Menurut Hasan, bekam ada dua jenis, yaitu bekam basah dan bekam kering. “Bekam basah untuk mengeluarkan darah kotor, sedangkan bekam kering untuk mengeluarkan energi negatif dan hawa lembab dalam tubuh, misalnya rematik dan masuk angin,” papar Hasan.

Orang yang praktek bekam, kata Hasan, harus punya bekal ilmu anatomi tubuh beserta jenis-jenis penyakitnya, dan harus menguasai titik akupuntur. “Karena titik-titik akupuntur itu memiliki efek pengobatan ketika titik tersebut dibekam.”

Tusukan jarum atau sayatan pisau ketika membekam, lanjut Hasan, juga ada batasannya, yakni kedalamannya tidak lebih dari 0,004 milimeter. “Jika lebih dari itu akan berbahaya bagi pasien, karena darah bersih akan ikut tersedot dan ketika darah bersih keluar dari organ-organ vital akan memengaruhi kerja organ vital,” bebernya.

Bekam menurut Hasan juga punya sembilan titik wajib bekam, yakni punuk, bahu bagian atas kiri kanan, punggung bagian atas kiri kanan, punggung bagian tengah kiri kanan, dan pinggang kiri kanan. “Setelah itu baru dibekam dibagian yang sakit. Misalnya ginjalnya yang sakit, maka yang dibekam di sekitar bagian ginjal.”

Terapi bekam, lanjutnya, juga bagus bagi mereka yang ingin sekadar menjaga kesehatan. “Orang yang belum sakit justru lebih baik karena darahnya belum terlalu kotor atau banyak tumpukan toksin di dalam tubuhnya,” ucapnya.

Berapa lama sebaiknya orang dibekam? “Untuk pemeliharaan kesehatan cukup tiga bulan sekali, tapi kalau untuk pengobatan bervariasi, bisa seminggu sekali, dua minggu sekali atau sebulan sekali. Tapi yang sering saya anjurkan untuk pengobatan seminggu sekali karena harus dipercepat pengeluaraan toksinnya,” jawabnya.

Apakah ada batas usia untuk berbekam? “Tidak ada. Anak-anak pun boleh dibekam asal mau. Tapi semua pasien harus dilihat kondisinya dulu, kuat atau lemah, kalau kondisinya bagus maka gak apa-apa dibekam,” ujarnya. ***

(terbit di majalah.batampos.co.id)

~ oleh esont pada Juni 29, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: