Gigitan Mematikan

F. Fogging f, YusufF. Yusuf Hidayat
Mardi menyemprotkan (fogging) asap anti nyamuk aedes aegepty di parit Perumahan Legenda Bali, Batamkota, 2015 lalu.

Penyakit demam berdarah yang bersumber dari gigitan nyamuk aedes aegepty, hingga kini belum punya pengobatan yang efektif. Langkah pencegahan
merupakan faktor penting.
YUSUF HIDAYAT, Batam
Ahmad Khoiri terkulai lemas di musala sebuah rumah sakit di Batam Maret lalu. Pria 35 tahun itu baru saja menunaikan salat Dhuhur. Kepada Batam Pos dia mengaku sedang masa pemulihan setelah terserang demam berdarah.

Sebenarnya, dari pagi kondisinya memang belum pulih tapi karena surat izin sakit dari dokter hanya 7 hari, dia terpaksa masuk kerja. “Tuntutan kerja ya harus kerja, meskipun bos nyarankan untuk rehat aja,” katanya.

Menurut Ahmad, begitu ia akrab disapa, itu kali kedua ia terserang demam berdarah. Pertama kali terserang virus dengue yang dibawa nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah Desember tahun lalu.

Gejala pertama yang dia rasakan adalah demam dan ngilu di seluruh persendiannya. “Lemah saat hendak bangun dari tidur. Miring ke kanan dan ke kiri, sakitnya luar biasa,” ungkapnya.

Gejala lainnya yang tak kalah menyiksanya, lanjutnya, ketika berdiri badannya terasa oleng seperti naik kapal yang sedang diterjang ombak. “Perut mual, terasa mau BAB, dan muntah.”

Namun, di hari berikutnya ia merasa sehat. Tapi setelah itu sakitnya malah lebih parah. “Saking parahnya sampai gak bisa bangun dari tidur,” ujarnya.

Akhirnya dia minta bantuan tetangga mengantarnya ke rumah sakit. Dokter menyarankannya agar dirawat di rumah sakit, namun Ahmad menolaknya karena alasan biaya, apalagi kedua putranya di rumah tidak ada yang merawat.

Selama di rumah, selain minum obat dari dokter, ia juga mengonsumsi jus jambu merah, daun pepaya, daun ciplukan, sari buah kurma seperti yang disarankan oleh dokter kenalannya.

“Kalau mengandalkan semua obat dari dokter gak tahan, harganya ada yang ratusan ribu 5 biji,” ucapnya lalu tertawa.

Tiga bulan kemudian kondisi Ahmad sudah tidak ngedrop lagi. “Bulan Maret saya nge-drop lagi,” tukasnya.

Akhirnya dia istirahat total karena oleh dokter tidak dibolehkan bekerja keras yang menyebabkan capek. “Sekarang kalau saya merasa kurang fit, langsung istirahat dan banyak-banyak minum jus jambu klutuk (jambu biji, red),” katanya Kamis (4/12) lalu.

Baru-baru ini, Weny dan Ikbal dibuat panik oleh kedua anaknya yang masih kecil. Pasalnya, beberapa hari demam kedua anaknya tak kunjung turun. Setelah diperiksa ke dokter, ternyata kedua anaknnya tersebut terserang gejala demam berdarah dan harus dirawat di rumah sakit.

“Alhamdulillah sekarang sudah baikan,” kata Weny saat pulang dari rumah sakit tiga hari kemudian.

Menurut dr Eka Surya Nugraha SpPD, penyakit demam berdarah memang identik dengan musim hujan, karena di musim hujan akan banyak genangan air, dimana nyamuk aedes aegepty berkembang biak.

Nyamuk pembawa virus dengue (dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae, red) ini butuh 10 sampai 14 hari untuk pembiakannya.

dr Eka Surya Nugraha1 f, Yusuf

dr Eka Surya Nugraha SpPD

Bagaimana nyamuk bisa menginfeksi manusia? “Awalnya nyamuk aedes agepty menghisap darah seseorang yang terinfeksi virus dengue, kemudian menularkan ke lainnya lewat gigitannya. Kalau nyamuk jenis lain tak mampu menampung virus dengue di perutnya,” kata Eka di ruang praktiknya di Rumah Sakit Awal Bros, belum lama ini.

Virus Dengue penyebab Demam Dengue (DD), Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Dengue Shock Syndrome (DSS) termasuk dalam kelompok B Arthropod Virus (Arbovirosis) yang sekarang dikenal sebagai genus Flavivirus, famili Flaviviride, dan mempunyai 4 jenis serotipe, yaitu: Den-1, Den-2, Den-3, Den-4.

Eka mengatakan jika seseorang terinfeksi virus dengue, trombositnya akan turun dan akan terjadi kebocoran plasma. “Akibatnya orang tersebut akan syok bahkan kematian,” paparnya.

Trombosit normal, kata Eka, di atas 150.000. Indikasi rawat bagi orang dewasa ketika trombositnya turun di bawah 100.000. Sedangkan bagi anak-anak di bawah 150.000. “Respon imun anak-anak berbeda karena masih dalam perkembangan.”

Sedangkan akibat dari kebocoran plasma si pasien bisa sampai pendarahan. “Bisa dari hidung, mulut, dan anus,” bebernya.
“Makanya ketika pasien masih dalam perawatan, cairannya harus dijaga cukup,” imbuhnya.

Mengapa orang yang terserang demam berdarah banyak yang mengonsumsi jambu biji? “Jambu biji memang membantu menaikkan trombosit. Sebenarnya tidak hanya jambu biji, buah atau minuman apapun bagus asalkan jangan sampai dehidrasi,” jawabnya.

Demam Berdarah Dengue banyak ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis. Data dari seluruh dunia menunjukkan Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita DBD setiap tahunnya. Sementara itu, terhitung sejak tahun 1968 hingga tahun 2009, World Health Organization (WHO) mencatat negara Indonesia sebagai negara dengan kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara, seperti yang pernah dirilis buletin milik Kementerian Kesehatan.

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Jumlah penderita dan luas daerah penyebarannya semakin bertambah seiring dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk.

Di Indonesia demam berdarah pertama kali ditemukan di Kota Surabaya pada tahun 1968, dimana sebanyak 58 orang
terinfeksi dan 24 orang di antaranya meninggal dunia. Dan sejak saat itu, penyakit ini menyebar luas ke seluruh Indonesia.

Dari sekian banyak yang terserang DBD, mayoritas adalah anak-anak. Menurut dr Eka, kenapa anak-anak yang lebih banyak terserang demam berdarah? Karena anak-anak lebih banyak di rumah dibanding orang dewasa pada pukul 9-12 WIB, dimana nyamuk aedes aegepty sangat aktif. “Gak hanya di rumah, nyamuk itu juga banyak ditemukan di sekolah atau di kantor-kantor di jam tersebut,” ujarnya.

Sampai saat ini, belum ada pengobatan yang efektif, sehingga langkah pencegahan merupakan faktor penting. “Maka dari itu kami hanya memperhatikan kondisi pasien agar tetap fit, karena dalam tujuh hari virus dengue akan mati oleh kekebalan tubuh kita sendiri,” paparnya.

Salah satu langkah preventif menanggulangi penyebaran virus dengue oleh nyamuk aedes aegepty adalah dengan melakukan pengasapan atau fogging yang bertujuan mematikan nyamuk tersebut.

“Semua genangan air harus dibersihkan atau kalau masih ada genangan diberi abate,” kata Eka.

Upaya pencegahan lainnya dengan “3M Plus”, yaitu menutup lubang, mengubur kaleng, dan menguras air di bak secara teratur, plus memelihara ikan pemakan jentik, mabur larvasida, menggunakan kelambu pada waktu tidur atau memasang kasa. “Karena penyebaran virus yang dibawa nyamuk tersebut bisa sampai radius 200 meteran,” pungkas Eka. ***

#artikel ini pernah diterbitkan di majalah.batampos.co.id dan koran Batam Pos

~ oleh esont pada Februari 10, 2016.

2 Tanggapan to “Gigitan Mematikan”

  1. musim hujan memang harus waspada. entah nyamuk, banjir, semuanya perlu kita waspadai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: