Waspada Jika Dada Terasa Terbakar

@dr Arif  Koswandi, SpPD-KGEH F-Yusuf

dr Arif  Koswandi, SpPD-KGEH

Penyakit asam lambung bukan hanya menimbulkan masalah pada lambung, jika diabaikan juga bisa menimbulkan masalah di luar saluran cerna, seperti asma berulang, sinusitis berulang, erosi gigi, laringitis, fibrosis paru, bahkan bisa menyebabkan kanker.

YUSUF HIDAYAT, Batam
Karena abai dalam urusan pola makan, telah mengantarkan Rengga ke ruang perawatan intensif. Luka dalam ususnya meradang karena asam lambungnya tinggi, gara-gara seharian tidak makan. “Hari itu sibuk dengan kerjaan, pas jam makan siang sedang asyik-asyiknya jadi saya abaikan, itu berlanjut sampai waktu malam malam,” kata pria 27 tahun tersebut, Sabtu (9/1).

Saking sibuknya untuk mengganjal perutnya yang lapar, dia hanya minum air jeruk dalam kemasan padahal kondisinya sudah melemah. Pasalnya kalau sudah dalam kondisi sangat lapar apapun makanan yang masuk akan terasa pahit, akunya.

Bisa ditebak, malamnya dia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena ulu hatinya terasa nyeri dan sering bersendawa. “Perut terasa kembung, dada terasa panas, rasanya seperti terbakar,” ucapnya sembari lima jari tangan kanannya ia tempelkan ke dadanya.

Rasa panas yang menyiksa itu berlanjut hingga pagi, meskipun ia paksakan untuk menelan menu sarapannya. Saat jarum jam sudah menunjuk ke angka 10, rasa mual dan pusing mulai terasa, “keringat yang keluar sebesar jagung,” ujar pria yang baru menikah ini.

Dia geber sepeda motornya ke klinik di Batuaji meskipun badannya sudah dalam keadaan meriang. “Aku memutuskan tidak bekerja hari itu dan pergi ke klinik untuk berobat. Ternyata ususku luka.”

Rengga harus terbaring dua hari untuk mendapat perawatan dokter, namun tidak sampai dioperasi. Sebenarnya, kata dia, waktu duduk di kelas tiga SD, pernah juga sakit parah karena asam lambung. Sakit perut parah yang pernah dia rasakan. “Waktu itu hampir dioperasi, gara-garanya ya sering telat makan.”

Masalah asam lambung menjadi momok bagi mereka yang punya aktivitas super sibuk karena pola makannya tidak teratur dan mudah stres.

Menurut dr Arif Koswandi, SpPD-KGEH (Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Gastro Entero-Hepatologi/Ahli Penyakit Saluran Cerna dan Penyakit Hati), asam lambung dipunyai semua orang, yang membedakan cuma tinggi dan normalnya tingkat keasamannya. “Asam lambung tinggi bisa bermasalah atau tidak bermasalah, tapi lama kelamaan bisa merusak atau mengiritasi yang menimbulkan peradangan di lambung,” kata Arif, 46, saat ditemui di ruang kerjanya di Rumah Sakit Awal Bros, Rabu (13/1).

Asam lambung sebenarnya berfungsi untuk membantu pencernaan makanan dan membunuh kuman (patogen). Namun asam lambung menjadi berbahaya jika meninggi. Penyebabnya bermacam-macam, bisa karena dipicu makanan pedas, kopi, keju, coklat, makanan atau minuman yang sifatnya asam, dan rokok. Rokok berbahaya karena kandungan nikotinnya. “Nikotin dalam rokok itu merangsang asam lambung (tinggi),” terang Arif.

Selain itu, obat-obatan penghilang rasa sakit golongan NSAID (Non Steroidal Anti-inflammatory Drugs) juga bisa memicu asam lambung tinggi.

Secara medis, kata Arif, asam lambung dan isi perut bisa naik ke kerongkongan. “Gejalanya ada rasa panas dan dada rasa terbakar. Jangan anggap sepele karena bisa mengancam jiwa.”

Berbahaya karena ada komplikasi atau dampak yang menimbulkan luka dan pendarahan. Dan jika berulang kerongkongan bisa menyempit. “Jika terus berlanjut bisa menimbulkan lesi prekanker (barret’s), kalau sudah barret’s akan jadi kanker,” papar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran/RSUP dr. Hasan Sadikin itu.

Arif mengatakan untuk mendeteksi asam lambung tinggi, bisa dilihat dari dua tanda atau gejala; yaitu, dada rasa terbakar dan mulut terasa pahit atau asam yang disebabkan asam naik dari lambung (regurgitasi). “Kalau dua gejala itu ada bisa dicurigai menderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease/Penyakit asam lambung),” Arif menegaskan.

Tak hanya itu, kata Arif, asam lambung tinggi juga bisa menyebabkan masalah di luar saluran cerna, seperti asma berulang, sinusitis berulang, bahkan erosi gigi. “Bisa juga lari ke laringitis atau paru-paru (fibrosis paru). Kalau ke laringitis suaranya jadi serak basah,” urainya.

“Artinya tetap diperhatikan (dampak) di luar kerongkongan,” imbuh pria asal Bandung, Jawa Barat, ini.

Selain yang telah disebutkan di atas, faktor lain yang bisa menyebabkan asam lambung tinggi adalah longgarnya klep esofagus (hiatal hernia), kegemukan (obesitas), dan hamil. “Tapi tidak semua ibu hamil seperti itu, bagi yang lambungnya kuat tidak masalah,” kata konsultan penyakit dalam, saluran cerna dan penyakit hati, satu-satunya di Kepri ini.

Arif menyatakan asam lambung tinggi bisa dicegah, asal bisa menjaga pola makan dan disiplin dalam hal memilih makanan.***

(Artikel ini pernah terbit di Koran Batam Pos)

~ oleh esont pada Maret 17, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: