Kisah Para Penderita AIDS di Kota Batam

•Desember 1, 2016 • Tinggalkan sebuah Komentar

Terinfeksi dari Suami, Lalu Ditinggal Pergi

aids1-f-yusufAnjar (bukan nama sebenarnya) berkonsultasi kepada Sibuan Abdurrahman, konselor Balai Pengobatan Klinik Keluarga Kita di Perumahan Villa Mas Blok A8 Nomor 12A Sei Panas, Batam Kota, beberapa waktu lalu. F. Yusuf Hidayat/Batam Pos   

Angka penderita AIDS di Kota Batam kian mengkhawatirkan. Hingga Juni 2016, Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat 335 warga kota ini terinfeksi penyakit mematikan itu. 98 orang diantaranya dari kaum laki-laki penyuka laki-laki.

YUSUF HIDAYAT, Batam
Suara hujan di atas genteng Balai Pengobatan Klinik Keluarga Kita masih terdengar satu-satu, akhir Desember dua tahun lalu. Sibuan Abdurrahman, konselor yang sehari-hari bertugas di klinik itu, berkali-kali memencet tombol telepon genggamnya. Wajahnya agak risau.

“Janjinya jam 4 mau datang, mungkin gak jadi karena hujan,” kata Sibuan menebak-nebak.

Klinik tersebut adalah rumah tipe 27 di atas lahan seluas 6 meter x 11 meter yang disulap menjadi balai pengobatan. Yang membedakan dengan rumah di sekitarnya adalah papan nama besar yang terpampang di depan pintunya.

Meskipun terbilang kecil, klinik milik Yayasan Komunikasi Informasi dan Edukasi (YKIE) Kota Batam itu sudah punya ruang tindakan, laboratorium, ruang konseling, serta ruang tunggu.

Lanjutkan membaca ‘Kisah Para Penderita AIDS di Kota Batam’

Penyandang Autis Tidak Untuk Diasingkan

•November 10, 2016 • Tinggalkan sebuah Komentar

Lulusan Terbaik dan Juara Tilawah

autis-rania-f-yusufPrastyo Dwi Indah Lestari, 39, melihat putrinya Rania Annisa Fahira, 13, yang sedang menyiapkan bahan untuk membuat pasta kesukaannya, Selasa (4/10) malam. F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

Penyandang autisme biasanya punya potensi besar dalam diri mereka. Deteksi dan terapi sedini mungkin penting untuk penyembuhan. Faktor makanan sangat menentukan.

YUSUF HIDAYAT, Batam

Suatu hari Prastyo Dwi Indah Lestari, 39, curiga terhadap perkembangan putrinya Rania Annisa Fahira, yang waktu itu masih berusia 6 bulan. Rania kecil tidak merespon panggilan ibunya. Padahal anak seusianya akan menoleh jika dipanggil, bahkan tertawa.

“Meski diajak bercanda tapi sebentar aja ketawanya, lalu menoleh ke hal lain. Nggak fokus,” kata perempuan yang akrab disapa Indah ini saat ditemui di rumahnya di Perumahan Legenda Bali Blok B2/12 Batam, beberapa waktu yang lalu.

Kecurigaan Indah dan suaminya, Teuku Faisal, 50, berlanjut di hari-hari berikutnya. Ia mulai memperhatikan perilaku Rania dengan seksama. “Selain nggak merespon kalau dipanggil, juga nggak ada kontak mata kalau diajak ngomong. Pokoknya interaksi sosialnya sangat kurang,” ungkap Indah.

Lanjutkan membaca ‘Penyandang Autis Tidak Untuk Diasingkan’

Dampak Mengerikan Dari Bersin

•Agustus 12, 2016 • Tinggalkan sebuah Komentar

sneezeIllustrasi bersin. F. Net

Berhati-hatilah ketika bersin. Kontraksi tiba-tiba dalam tubuh yang ditimbulkan oleh bersin bisa menyebabkan saraf kejepit, pecah pembuluh darah, bahkan patah tulang.

YUSUF HIDAYAT, Batam
Pagi yang cerah di Senin pagi itu, harusnya disambut dengan semangat oleh Edi. Sesemangat burung-burung kecil yang hinggap di ranting pohon mangga depan rumahnya.
Namun dia tertidur pulas dengan posisi terlentang di kursi panjang ruang tamu karena malamnya begadang. Sinar matahari yang masih lembut menembus ruang tamu melalui jendela kaca dan menerpa wajahnya. Rasa penat mengabaikan sapuan matahari yang membangunkannya. Dia meneruskan tidurnya, dan menutupi matanya dengan lengan kanannya. Ibunya membangunkannya namun Edi tak mau bangun.

Namun, tiba-tiba ia bersin. Mungkin karena debu yang beterbangan masuk ke hidungnya setelah ibunya menyapu lantai. Haacciiim..! Cukup kencang bunyinya. Sampai-sampai kepala dan kakinya terangkat. Tidak ada yang aneh dari bersin itu. Biasa saja seperti kebanyakan orang bersin.

Lanjutkan membaca ‘Dampak Mengerikan Dari Bersin’

Waspada Jika Dada Terasa Terbakar

•Maret 17, 2016 • Tinggalkan sebuah Komentar

@dr Arif  Koswandi, SpPD-KGEH F-Yusuf

dr Arif  Koswandi, SpPD-KGEH

Penyakit asam lambung bukan hanya menimbulkan masalah pada lambung, jika diabaikan juga bisa menimbulkan masalah di luar saluran cerna, seperti asma berulang, sinusitis berulang, erosi gigi, laringitis, fibrosis paru, bahkan bisa menyebabkan kanker.

YUSUF HIDAYAT, Batam
Karena abai dalam urusan pola makan, telah mengantarkan Rengga ke ruang perawatan intensif. Luka dalam ususnya meradang karena asam lambungnya tinggi, gara-gara seharian tidak makan. “Hari itu sibuk dengan kerjaan, pas jam makan siang sedang asyik-asyiknya jadi saya abaikan, itu berlanjut sampai waktu malam malam,” kata pria 27 tahun tersebut, Sabtu (9/1).

Saking sibuknya untuk mengganjal perutnya yang lapar, dia hanya minum air jeruk dalam kemasan padahal kondisinya sudah melemah. Pasalnya kalau sudah dalam kondisi sangat lapar apapun makanan yang masuk akan terasa pahit, akunya.

Bisa ditebak, malamnya dia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena ulu hatinya terasa nyeri dan sering bersendawa. “Perut terasa kembung, dada terasa panas, rasanya seperti terbakar,” ucapnya sembari lima jari tangan kanannya ia tempelkan ke dadanya.

Lanjutkan membaca ‘Waspada Jika Dada Terasa Terbakar’

Gigitan Mematikan

•Februari 10, 2016 • 2 Komentar
F. Fogging f, YusufF. Yusuf Hidayat
Mardi menyemprotkan (fogging) asap anti nyamuk aedes aegepty di parit Perumahan Legenda Bali, Batamkota, 2015 lalu.

Penyakit demam berdarah yang bersumber dari gigitan nyamuk aedes aegepty, hingga kini belum punya pengobatan yang efektif. Langkah pencegahan
merupakan faktor penting.
YUSUF HIDAYAT, Batam
Ahmad Khoiri terkulai lemas di musala sebuah rumah sakit di Batam Maret lalu. Pria 35 tahun itu baru saja menunaikan salat Dhuhur. Kepada Batam Pos dia mengaku sedang masa pemulihan setelah terserang demam berdarah.

Sebenarnya, dari pagi kondisinya memang belum pulih tapi karena surat izin sakit dari dokter hanya 7 hari, dia terpaksa masuk kerja. “Tuntutan kerja ya harus kerja, meskipun bos nyarankan untuk rehat aja,” katanya.

Menurut Ahmad, begitu ia akrab disapa, itu kali kedua ia terserang demam berdarah. Pertama kali terserang virus dengue yang dibawa nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah Desember tahun lalu.

Lanjutkan membaca ‘Gigitan Mematikan’

Keranjingan Gadget Bisa Picu Saraf Kejepit

•Januari 11, 2016 • Tinggalkan sebuah Komentar

Keranjingan Gadget Bisa Picu Saraf Kejepit

Gadget-Dani-Nikita copyNikita lihat abang Dani yang sedang asyik main game di PSP-nya.
Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat bagaikan pisau bermata dua. Kebutuhan yang sudah menjadi gaya hidup ini, di satu sisi memberi kemudahan, di sisi lainnya mengancam kehidupan manusia secara diam-diam. Apa saja ancaman yang merugikan itu?

YUSUF HIDAYAT, Batam
Tak perlu repot lagi untuk mengetahui berita terkini dari seluruh dunia. Tinggal klik layar monitor telepon pintar kita sudah bisa mengakses beragam informasi terkini di dunia. Tak hanya bisa mengakses informasi, kita juga bisa berbagi informasi kepada “friend” lewat jaringan media sosial, baik berita maupun foto.

Tak dipungkiri, fenomena abad ini telah banyak mengubah kebiasaan-kebiasaan manusia modern, dari balita hingga kakek-nenek. Semuanya dimanjakan oleh teknologi informasi. Namun, yang tak disadari adalah sikap dan kebiasaan yang awalnya dianggap aktivitas biasa, bisa menjadi “candu” yang berdampak buruk terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Terutama terkait kesehatan dan sosial bahkan cyber crime.

Kini tak heran lagi jika kita melihat keluarga yang sedang makan, kemudian bapak atau ibunya disibukkan dengan gadget-nya. Tangan memegang sendok tapi mata melotot ke layar ponsel. Sekadar melihat mention yang masuk ke akun medsosnya atau membalas twit dari follower-nya. Anak bertanya tentang uang sekolah tapi orang tuanya hanya menjawab apa adanya karena sedang serius membaca gosip artis yang sedang naik daun. Si anak hanya bisa cemberut karena dicueki bapaknya atau ibunya.

Lanjutkan membaca ‘Keranjingan Gadget Bisa Picu Saraf Kejepit’

Negara pun Memerangi Kegemukan

•November 16, 2015 • Tinggalkan sebuah Komentar
Mendapatkan tubuh yang ideal perlu perjuangan yang konsisten.

Mendapatkan tubuh yang ideal perlu perjuangan yang konsisten.

Di tengah banjir produk kuliner, obesitas alias kegemukan adalah hal yang menakutkan. Di banyak negara, kegemukan kini bukan lagi urusan pribadi, tapi ia sudah jadi ranah negara. Pemerintah ikut mengurus rakyat yang kegemukan agar mendapatkan tubuh ideal.
R YUSUF HIDAYAT
Memiliki jasmani yang sehat adalah harapan semua orang. Tinggi badan ideal dan bobot seimbang. Namun, selera makan yang tinggi bisa memupus impian itu. Bahkan tak sedikit orang mengalami obesitas (kegemukan) akibat nafsu makan yang kuat, menyebabkan lemak dalam tubuhnya menumpuk.

Masalah obesitas tak hanya menjadi urusan pribadi. Di sejumlah negara obesitas menjadi masalah serius yang harus diperangi sehingga pemerintah harus turun tangan.

Lanjutkan membaca ‘Negara pun Memerangi Kegemukan’