KRI Dewa Ruci
•November 18, 2009 • Tinggalkan sebuah KomentarLontong Kikil Surabaya
•November 18, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar
Asam Segar Lontong Kikil Surabaya
Batam- Rasanya asam tapi segar. Lontong kikil namanya. Kuliner yang satu ini tak asing lagi bagi orang Jawa Timur atau orang yang pernah tinggal atau jalan-jalan ke Surabaya. Kikilnya yang kenyal dan kuahnya yang segar menggodah lidah untuk menggoyangnya. Masakan berbahan kikil (otot dan kulit kaki sapi) ini diolah sedemikian rupa sebelum dimasak sehingga bulu dan baunya hilang. Dicuci berulang-ulang kali hingga bersih dan dibilas dengan air jeruk nipis.
Cara masaknya pun memakan waktu yang lumayan lama, “kira-kira tiga sampai empat jam, jika kikilnya agak alot, direbusnya sampai empuk” ungkap Ewi Astuti, 56, yang baru dua minggu menjual Lontong Kikil Surabaya di Pujasera Komplek Pasar Citra Puri, Tiban, Rabu (22/7) siang lalu.
Kikilnya yang sudah dipotong-potong dimasak bersama sejumlah rempah-rempah, seperti serai, daun jeruk, bawang putih. Sedangkan warna kuning kemerah-merahan kuahnya didapat dari kunyit.” Masaknya harus lama biar rempahnya meresap dan kikilnya jadi empuk,” kata juragan lontong kikil asal Jalan Demak Surabaya ini.
Lontong Kikil biasanya disajikan dengan lontong dan jeruk nipis, sedangkan sambalnya racikan dari cabe rawit dan bawang putih yang direbus. Tapi lontongnya bisa juga ditukar dengan nasi.
“Sekarang sudah bisa makan lontong kikil kapan saja kita mau, gak usah langsung ke Surabaya atau nunggu kiriman.” ujar Gafar (37), warga Batam Centre yang baru saja menyantap lontong kikilnya.
Ungkapan senang Gafar, rata-rata sama dengan warga jawa timur yang banyak tinggal di Batam. Masuk akal karena lontong kikil Ewi Astuti yang perdana di kota industri ini. (esont)***
Halal bil Halal IKBB 2009
•Oktober 12, 2009 • Tinggalkan sebuah KomentarWarga Bawean Tiga Negara Halal bi Halal BATAM

(BP) – Warga Bawean dari Singapura, Malaysia dan Kepri menggelar halal bi halal di halaman SMP Nurul Jadid, Bengkong Permai, Minggu (11/10). Selain dimanfaatkan sebagai momen silaturrahmi, perwakilan Persatuan Bawean Singapura juga siap mengajak turis-turis Singapura berkunjung ke Batam. Sekitar seribuan warga Bawean memadati tenda besar yang dipasang di halaman SMP Nurul Jadid, itu. Mereka datang dari Tanjungpinang, Bintan, Singapura, Malaysia dan Batam sendiri.
Tiket Kapal Cepat Lebaran Ludes
•September 13, 2008 • Tinggalkan sebuah KomentarPelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Administrator Pelabuhan (Adpel) Gresik Pudiasto Nugroho menyatakan telah menerima laporan bahwa tiket kapal cepat untuk keberangkatan mulai 24 September atau H-8 telah habis. “Mau apa lagi? Memang kondisinya kayak gitu,” katanya kemarin (12/9).
Kapal cepat Express Bahari (EB), angkutan penyeberangan Gresik-Bawean, menjadi primadona. Sebab, kapal milik PT Pelayaran Sakti Inti Makmur itu hanya butuh waktu tiga jam untuk mengarungi lautan sejauh 80 mil laut.
Sedangkan kapal penyeberangan lainnya butuh waktu 6-8 jam. Akibatnya, EB 8B dijadikan sebagai alternatif utama bagi calon penumpang yang hendak ke Bawean atau sebaliknya.
Penyeberangan Gresik-Bawean dilayani dua kapal, yakni EB 8B dan KM Dharma Kartika 1. Namun, jelas Teddy (sapaan Pudiasto Nugroho), Adpel Gresik sudah mengantisipasi segala permasalahan akibat lonjakan pemudik Lebaran kali ini. Di antaranya, telah disiapkan kapal milik PT ASDP, KM Dharma Kartika 2. Kapal jenis roro (roll-on, roll-off) itu rencananya bakal disiagakan mulai H-3 sampai H+7. “Sehingga, untuk angkutan Lebaran ini, ada tiga kapal yang kami siapkan,” terangnya.
Terpisah, Subki, agen tiket EB 8B, menjelaskan, sejak awal puasa, empat agen cabang penjualan tiket kapal cepat telah diserbu pembeli. Setiap hari rata-rata seratus tiket mudik yang dibeli calon pemudik.
“Sebagian besar mereka merencanakan berangkat pada H-10 Lebaran (22 September 2008, Red),” ucap Subki. “Mereka juga telah memesan tiket kepulangan,” tambahnya. (yad/ib/Jawapos)
Orang Bawean Di Bali (dedue)
•Agustus 23, 2008 • 1 KomentarSering Akompol-kompol
Adat dan budaya memang tak mudah untuk ditinggalkan masyarakat Bawean, walaupun berada dari kampung halamannya. Seperti di warga Bawean di Bali, meskipun masih sedikit tapi berusaha untuk menjaga silaturrahmi antar orang Bawean. Setiap ada waktu senggang selalu berusaha berkumpul (akompol-kompol) di salah satu rumah orang Bawean. ” Biasanya bikin acara bakar-bakar ikan atau bakar se’e (sejenis kerang kecil), ngobrol sampai larut malam,” kata Juman lewat email yang dikirim, Kamis (21/8).
Orang Bawean Di Bali (sittung)
•Agustus 23, 2008 • Tinggalkan sebuah KomentarBermula Dari Tugas
Di Pulau Bali, ternyata ada juga sekumpulan orang Bawean. Bahkan sejak tahun 80-an. Saya heran, biasanya orang Bawean lebih memilih ke daerah sebelah Barat, seperti Singapura dan Malaysia daripada Indonesia bagian timur. Tapi sejumlah orang lebih memilih Pulau Dewata sebagai tempat mencari makan dan bersaing dalam dunia kerja. </p>
Anak Rusa Bawean Lahir
•Agustus 7, 2008 • & KomentarKebun Bibit memiliki warga baru. Seekor rusa bawean berjenis kelamin betina dilahirkan pada Selasa (5/8) pagi. Rusa tersebut merupakan anak rusa koleksi Kebun Bibit yang didatangkan dari RSU dr Soetomo, Maret silam.
Proses kelahiran anak rusa bernama Latin Axis Kuhli itu cukup ”misterius”. Sebab, tak ada siapa pun di Kebun Bibit yang mengetahui kelahirannya. Siswanto, salah seorang petugas Kebun Bibit, menuturkan, sekitar pukul 06.00, dirinya sedang menyapu. Itu merupakan tugas rutin lelaki asli Madura tersebut.
”Tiba-tiba, saya lihat ada hewan yang jalan-jalan di luar pagar. Saya sangat kaget, ternyata itu anak rusa. Saya langsung bilang kepada pak kepala,” ungkapnya.
Lanjutkan membaca ‘Anak Rusa Bawean Lahir’
Lanjutan Mark Up Lapter Bawean
•Agustus 1, 2008 • Tinggalkan sebuah KomentarGRESIK – LSM Environment Parliament Watch (EPW), rupanya, tak kenal kata menyerah untuk menyingkap tabir dugaan korupsi proses ganti rugi tanaman pada lahan proyek lapangan terbang (lapter) Bawean. Buktinya, kemarin EPW melaporkan temuannya ke Kejaksaan Negeri Gresik.
Direktur EPW Sahar Sulur membawa bukti-bukti dugaan penyelewengan uang negara senilai Rp 550 juta itu ke kejaksaan, dan diterima langsung Kasie Intel Maskur SH.
Lanjutkan membaca ‘Lanjutan Mark Up Lapter Bawean’
Lapter Bawean Di-Mark Up
•Juli 29, 2008 • 1 KomentarGRESIK - Ganti rugi untuk petani penggarap lahan yang akan dijadikan lapangan terbang (lapter) di Bawean diduga di-mark up. LSM Environment Parliament Watch (EPW) menemukan data mencurigakan.
Dalam laporan pihak kecamatan kepada tim pembebasan tanah lapter, jumlah petani penggarap yang berhak menerima ganti rugi 91 orang. Namun, LSM EPW menemukan data lebih kecil. Yakni, hanya 71 orang.
Lanjutkan membaca ‘Lapter Bawean Di-Mark Up’
Kutub Mencair, Rusia Evakuasi Peneliti
•Juli 17, 2008 • Tinggalkan sebuah KomentarKutub Mencair, Rusia Evakuasi Peneliti
MOSKOW – Pemanasan global mulai berdampak terhadap peneliti Rusia. Karena lapisan es yang menjadi pijakan stasiun penelitian mereka di Lautan Artik mengecil, mereka terpaksa mengakhiri misi penting di ujung utara bumi itu lebih cepat.
“Stasiun Kutub Utara-35 itu dihuni 21 peneliti dan dua anjing. Mereka akan dievakuasi dari Lautan Artik pekan ini, bukan akhir Agustus seperti yang direncanakan semula. Evakuasi dimajukan akibat pemanasan global,” kata Sergei Balyasnikov, jubir Institut Riset Artik dan Antartika di St Petersburg kemarin.
Lanjutkan membaca ‘Kutub Mencair, Rusia Evakuasi Peneliti’



komentar